Polri Menduga Joko Driyono Berperan di Kasus Pengaturan Skor Bola

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Plt. Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menjadi tersangka perusakan barang bukti dalam dugaan kasus pengaturan skor sepakbola Indonesia. Jokdri saapaan akrab Joko Driyono sudah 28 tahun bergabung dengan PSSI tepatnya sejak 1991. TEMPO/M. Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Antimafia Bola Polri turut menduga Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono memiliki peran dalam kasus kecurangan pengaturan skor pertandingan sepak bola di Indonesia.

Baca juga: Satgas Antimafia Segera Periksa Joko Driyono

"Yang bersangkutan diduga mengatur jadwal dan perangkat pertandingan," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Selasa, 19 Februari 2019.

Meski sudah ada dugaan keterlibatan Joko Driyono dalam pengaturan skor, Dedi menuturkan, pihaknya tak mau terburu-buru menyimpulkan bahwa Joko Driyono merupakan aktor intelektual. "Terlalu sumir, kecepatan," kata dia.

Pekan lalu, Satgas Antimafia Bola Polri menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di kantor Komisi Disiplin PSSI.

Joko Driyono pun telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 21 jam di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Namun, polisi belum melakukan penahanan terhadapnya.

Dedi menyebut, proses penahanan seorang tersangka merupakan kewenangan penyidik. "Tidak ditahan itu kewenangan penyidik. Penyidik yang paling menentukan itu dengan mekanisme gelar perkara," ujar dia.

Baca juga: Joko Driyono Dicecar 32 Pertanyaan, Dijerat Pasal Pencurian

Sama seperti Joko Driyono, kata Dedi, tiga tersangka lainnya yakni Muhammad MM alias Dani. Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur yang menghilangkan dan mengambil barang bukti juga tak dilakukan penahanan karena dinilai kooperatif.

"Tiga pelakunya saja yang melakukan pengerusakan di TKP kalau dia koorperatif, dari pertimbangan penyidik secara objektif maupun subjektif, belum dilakukan penahanan," ucap Dedi.






Polisi Sebut Kiper dan Bek Jadi Incaran Mafia Bola

26 Februari 2020

Polisi Sebut Kiper dan Bek Jadi Incaran Mafia Bola

Satgas Antimafia Bola Jilid 3 baru saja menangkap 8 orang yang terlibat pengaturan skor dalam pertandingan Persikasi Bekasi melawan Perses Sumedang pada November 2019.


Satgas Endus Kecurangan Rekrutmen Timnas U-20, Ketua PSSI: Wajar

12 Februari 2020

Satgas Endus Kecurangan Rekrutmen Timnas U-20, Ketua PSSI: Wajar

Ketua PSSI Mochamad Iriawan menganggap wajar jika Satgas Antimafia Bola mengendus adanya kecurangan rekrutmen pemain Timnas U-20.


Kapolri Perintahkan Pembentukan Satgas Antimafia Bola Jilid III

24 Januari 2020

Kapolri Perintahkan Pembentukan Satgas Antimafia Bola Jilid III

Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan pembentukan Satuan Tugas atau Satgas Antimafia Bola Jilid III.


Dengan Rp 12 Juta, Persikasi Sogok PSSI untuk Pengaturan Skor

28 November 2019

Dengan Rp 12 Juta, Persikasi Sogok PSSI untuk Pengaturan Skor

Uang suap untuk pengaturan skor tersebut diterima oleh perangkat wasit, seperti asisten wasit, pembantu wasit dan pengawas.


Blusukan ke Kalimantan, Misi KPSN Sosialisasikan Inpres 3 2019

16 Agustus 2019

Blusukan ke Kalimantan, Misi KPSN Sosialisasikan Inpres 3 2019

Misi Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) dalam blusukan ke Kalimantan lewat Ekspedisi Borneo adalah menyosialisasikan Inpres 3 tahun 2019.


Pengamat: PSSI Seperti Tak Berniat Memajukan Sepak Bola Nasional

28 Juli 2019

Pengamat: PSSI Seperti Tak Berniat Memajukan Sepak Bola Nasional

Pegiat media sosial dan pemerhati sepak bola, Rudi S. Kamri berpendapat bahwa PSSI masih belum berubah dan tidak berniat memajukan sepak bola nasional


Bila Tak Mau Terpuruk, PSSI Jangan Kecewakan Pecinta Sepak Bola

28 Juli 2019

Bila Tak Mau Terpuruk, PSSI Jangan Kecewakan Pecinta Sepak Bola

Kongres Luar Biasa PSSI di Jakarta, 27 Juli 2019, memutuskan pemilihan ketua umum dimajukan dari Januari 2020 menjadi November ini.


Divonis Bersalah, Ini Rangkaian Perbuatan Joko Driyono

23 Juli 2019

Divonis Bersalah, Ini Rangkaian Perbuatan Joko Driyono

Joko Driyono dihukum 1,5 tahun penjara atas perbuatannya dalam kasus perusakan barang bukti pengaturan skor Liga Indonesia.


Divonis 1,5 Tahun Penjara, Joko Driyono Pertimbangkan Banding

23 Juli 2019

Divonis 1,5 Tahun Penjara, Joko Driyono Pertimbangkan Banding

Pengacaranya terdakwa Joko Driyono, Mustofa Abidin, mempertimbangkan untuk banding terhadap vonis 1,5 tahun penjara.


Rusak Barang Bukti Kasus, Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara

23 Juli 2019

Rusak Barang Bukti Kasus, Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara

Joko Driyono sebelumnya dituntut dua tahun enam bulan penjara karena terbukti bersalah dalam kasus perusakan barang bukti.