Bertemu Sandiaga Uno, Pengusaha Ini Keluhkan Janji Manis Jokowi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (kiri) berdialog dengan penyandang disabilitas Sholahuddien Al Faruqy (kanan) didampingi ibunya, Mimin Andriani (kedua kanan) saat melakukan kunjungan di Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu, 6 Februari 2019. ANTARA/Siswowidodo

    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (kiri) berdialog dengan penyandang disabilitas Sholahuddien Al Faruqy (kanan) didampingi ibunya, Mimin Andriani (kedua kanan) saat melakukan kunjungan di Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu, 6 Februari 2019. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik pabrik produksi alat-alat pertanian di Madiun, Agus Zamroni, mengeluhkan janji pemerintahan presiden Joko Widodo atau Jokowi yang membuatnya nyaris bangkrut beberapa tahun lalu. Keluhan itu disampaikan Agus saat menerima kunjungan calon wakil presiden Sandiaga Uno di pabriknya hari Rabu, 6 Februari 2019.

    Simak: Ma'ruf Amin Sindir Sandiaga soal Pusat Ekonomi Halal Dunia

    Kepada Sandiaga, Agus berharap mantan wakil Gubernur DKI itu memegang teguh janjinya memajukan produksi dalam negeri.

    "Saya ingin cerita Pak Sandi, 2015 harapan kami luar biasa ketika Bapak Presiden RI Joko Widodo ingin meningkatkan produksi pertanian dan membutuhkan alat pertanian sebanyak 60 ribu unit mesin pertanian. Kami pun didekati bank nasional untuk mendapatkan modal," kata Agus pada Sandi melalui siaran pers, Rabu, 6 Februari 2019. "Saya mendapatkan pesanan seribu unit, tawaran pinjaman pun saya sambut, namun dari seribu unit, hanya 200 unit yang diambil."

    Menurut Agus, keberpihakan pemerintahan saat ini pada industri dalam negeri masih kurang. Padahal, kata dia, produksi dalam negeri bisa menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi para pengusaha menengah di daerah-daerah.

    "Apakah harga kebangsaan kita lebih rendah dari bangsa asing? Saya berharap Allah SWT memberikan ridhonya kepada Pak Sandi agar cita-citanya terwujud. Jika bapak terpilih, beri kesempatan kepada anak-anak negeri, produksi kami sudah masuk e-katalog dan bersertifikasi, tolong utamakan produksi dalam negeri," kata Agus.

    Menjawab keluhan itu, Sandi meminta Agus tak menyalahkan pemerintahan sekarang. Sandi berujar jika memang ingin perubahan ekonomi yang lebih baik dan pemerintahan yang peduli pada produksi nasional, ia berjanji akan melakukan strategi Big Push.

    “Dalam visi-misi, jika Prabowo Subianto dan Sandi Insya Allah terpilih melayani masyarakat Indonesia, kami akan melakukan big push untuk industri pertanian dengan menggunakan alat-alat pertanian, sehingga bisa mendorong 33 persen produksi pertanian kita, dan 15 persen efisiensi,” ucap Sandiaga kepada Agus.

    Pabrik Agus bernama PT Yogya Inovasi Teknologi dengan merek dagang bernama Zaata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.