KPK akan Periksa Dua Anggota Banggar DPR untuk Taufik Kurniawan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (kiri) mendatangi gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan, Jumat, 2 November 2018. KPK menduga duit tersebut berasal dari anggaran yang telah disiapkan Yahya guna mengurus DAK untuk Kebumen. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (kiri) mendatangi gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan, Jumat, 2 November 2018. KPK menduga duit tersebut berasal dari anggaran yang telah disiapkan Yahya guna mengurus DAK untuk Kebumen. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa dua anggota DPR Ahmad Rizki Sadig dan Eka Sastra dalam kasus suap dana alokasi khusus (DAK) fisik Kabupaten Kebumen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016. "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk TK," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis, 31 Januari 2019. Yang dimaksud TK adalah bekas Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

    Ahmad Rizki merupakan anggota DPR dari Fraksi PAN. Dia pernah menjabat wakil ketua Badan Anggaran DPR pada 2016. Sedangkan Eka adalah anggota DPR fraksi Golkar. Dia menjabat anggota Badan Anggaran pada 2016.

    Baca:4 Anggota DPR Terjerat Kasus Korupsi di KPK Selama 2018

    Selain dua orang itu, KPK juga memanggil pegawai negeri sipil Kementerian Keuangan Dudi Hermawan sebagai saksi untuk Taufik.

    Dalam kasus ini, KPK menyangka Taufik menerima Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen nonaktif, Mohammad Yahya Fuad. Suap diberikan agar Taufik membantu Kabupaten Kebumen mendapatkan DAK fisik pada APBN-P 2016.

    Baca: Fakta-Fakta Penetapan Tersangka Taufik ...

    KPK menyangka Yahya memberikan uang itu kepada Taufik dalam dua pertemuan di hotel di Semarang dan Yogyakarta. Namun rencana penyerahan ketiga gagal karena keburu ada operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 15 Oktober 2015. Dalam pengesahan APBN Perubahan 2016, Kebumen mendapatkan DAK tambahan Rp 93,37 miliar yang digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di Kebumen.

    Taufik Kurniawan telah membantah menerima suap itu. Melalui pengacaranya, Arifin Harahap, Taufik mengatakan tak pernah menerima duit. "Klien kami tidak pernah menyuruh seseorang apalagi menerima uang itu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.