Wiranto Imbau Masyarakat Pilih Capres dengan Rekam Jejak Jelas

Reporter

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat menggelar konferensi pers menegaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan terkait pembebasan Abu Bakar Baasyir alias masih dipertimbangkan. Senin, 21 Januari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, mengimbau agar masyarakat Indonesia memilih calon presiden dan wakil presiden yang mempunyai jejak rekam yang jelas pada Pilpres 2019. "Ajak semua masyarakat, semua aparat, semua harus tahu pemimpin yang dipilih itu pemimpin yang betul-betul memiliki kualitas, punya kompetensi, punya rekam jejak yang jelas," kata Wiranto dalam rapat pimpinan TNI dan Polri 2019 di Auditorium PTIK, Mabes Polri Jakarta Selatan, pada Selasa, 29 Januari 2019.

Sehingga, kata Wiranto, Indonesia bisa terus menjadi negara yang maju. "Bukan negara yang mundur." Ia juga berharap seluruh elemen dalam masyarakat di seluruh daerah di Indonesia untuk terus bersinergi. Hal itu harus dilakukan untuk memberikan gambaran bahwa Pemilu 2019 berjalan dengan aman dan tertib.

Baca: Wiranto Heran Prabowo Sebut Indonesia Bisa ...

Wiranto adalah menteri pertama yang hadir dalam rapat pimpinan TNI dan Polri 2019. Dalam rapat itu, TNI-Polri akan membahas stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu.

"Kami memiliki tanggungjawab besar kontestasi proses demokrasi yang harus dilakukan dalam sudut pengamanan memunculkan akan potensi konflik untuk itu Polri dan TNI dua unsur yang tidak punya hak politik tumpuan masyarakat untuk menciptakan demokrasi sehat,kompetitif, dan aman,” kata Kapolri Tito Karnavian.

Baca: Debat Capres, Desmond: Semoga Prabowo Tak ...

Menurut Tito, strategi pengamanan yang paling utama dalam pelaksanaan pemilu adalah menjalin sinergitas dengan pihak-pihak terkait. "Baik dengan KPU, Bawaslu, Partai Politik, massa pendukung, media massa, tokoh masyarakat."

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan rapat ini digelar untuk menyamakan visi, misi, persepsi, cara bertindak dalam rangka pengamanan pemilu. "Serta menegaskan netralitas TNI-Polri dalam penyelenggaran pemilu."






Jebakan Batman Polisi Lalu Lintas Harus Dihentikan, Lemkapi: Tindak Tegas Pelanggar

18 jam lalu

Jebakan Batman Polisi Lalu Lintas Harus Dihentikan, Lemkapi: Tindak Tegas Pelanggar

Edi Hasibuan mengatakan, Polisi Lalu Lintas (Polantas) merupakan baromater pelayanan Polri sehingga jebakan batman pengguna jalan harus dihentikan.


23 Tahun Tragedi Semanggi II: Nasi Bungkus Terakhir Mahasiswa UI Yap Yun Hap

1 hari lalu

23 Tahun Tragedi Semanggi II: Nasi Bungkus Terakhir Mahasiswa UI Yap Yun Hap

Yap Yun Hap adalah salah seorang korban penembakan pada 24 September 1999 dalam Tragedi Semanggi. Siapa pembunuh Yun Hap belum terungkap.


Anies Baswedan Masuki Masa Panen Jelang Akhir Jabatan Gubernur DKI

1 hari lalu

Anies Baswedan Masuki Masa Panen Jelang Akhir Jabatan Gubernur DKI

Anies Baswedan meresmikan berbagai proyek jelang berakhirnya masa jabatan Gubernur DKI Jakarta.


Empat Polisi Bekas Bawahan Ferdy Sambo Wajib Jalani Pembinaan Mental

1 hari lalu

Empat Polisi Bekas Bawahan Ferdy Sambo Wajib Jalani Pembinaan Mental

Empat polisi bekas bawahan Irjen Ferdy Sambo diwajibkan menjalani pembinaan mental kepribadian, keagamaan dan pengetahuan profesi selama satu bulan


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

1 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

1 hari lalu

Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

KontraS mengungkap fakta kasus mutilasi 4 warga Papua oleh para anggota TNI. Berbeda dari temuan polisi.


Jokowi Dijadwalkan Menghadiri Musra II Makassar 2 Oktober

2 hari lalu

Jokowi Dijadwalkan Menghadiri Musra II Makassar 2 Oktober

Ketua Projo, Budi Arie, mengklaim Musra II di Makassar akan dihadiri 25 ribu orang.


Dewan Kolonel Vs Dewan Kopral, Pengusung Puan Maharani Vs Pendukung Ganjar Pranowo

2 hari lalu

Dewan Kolonel Vs Dewan Kopral, Pengusung Puan Maharani Vs Pendukung Ganjar Pranowo

Belum lama ini pendukung Puan Maharani di DPR membuat Dewan Kolonel, tak mau kalah pengusung Ganjar Pranowo dirikan Dewan Kopral.


Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

2 hari lalu

Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

KontraS mengatakan, tuduhan aparat yang mengatakan empat korban mutilasi di Papua terlibat gerakan separatis tidak terbukti.


Hasil Sidang Etik Iptu Hardista, Dihukum Demosi Selama Satu Tahun

2 hari lalu

Hasil Sidang Etik Iptu Hardista, Dihukum Demosi Selama Satu Tahun

Pada sidang etik yang dilaksanakan 22 September lalu, Iptu Hardista terbukti bersalah dan mendapat hukuman demosi selama 1 tahun.