Soal Jalur Tikus di Perbatasan, Wiranto: Banyak Wilayah Ompong

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat menggelar konferensi pers menegaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan terkait pembebasan Abu Bakar Baasyir alias masih dipertimbangkan. Senin, 21  Januari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat menggelar konferensi pers menegaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan terkait pembebasan Abu Bakar Baasyir alias masih dipertimbangkan. Senin, 21 Januari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan wilayah Indonesia masih “ompong”. "Saya melihat perkembangan wilayah nasional ompong, karena masih banyak bolong bolong oleh jalur tikus di perbatasan," kata Wiranto dalam rapat kordinasi Badan Pengelolaan Perbatasan Negara, di Jakarta Pusat, Senin, 28 Januari 2019. 

    Wiranto mencontohkan tentang jalur tikus di Kalimantan Utara yang mencapai 1.400 jalur untuk masuk keluar perbatasan. "Bagaimana caranya, bisa ada jalur tikus sepanjang itu?" Iitu baru di satu provinsi, padahal Indonesia merupakan negara dengan wilayah perbatasan nomor dua terpanjang di dunia. 

    Baca: Wiranto Akan Cek Pembangunan Perbatasan di ...

    Menteri mengatakan dampak dari bolong-bolongnya jalur tikus itu seperti ditemukan ladang ganja, pengungsi asing mudah keluar-masuk, bahkan adanya gerakan terorisme. 

    Wiranto mengatakan telah meminta TNI dan Polri agar menempatkan personel untuk mengamankan wilayah perbatasan yang jauh dari permukiman. "Saya sudah minta TNI-Polri menjaga dan mengamankan wilayah perbatasan yang tidak berpenghuni itu."

    Baca: Wiranto Minta BNPP Percepat Pembangunan Daerah Perbatasan ...

    Wiranto juga mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara di lima provinsi." Tahun ini akan dibangun 11 pos lintas batas negara di lima provinsi oleh Kemendagri." 


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.