Djarot Saiful Hidayat: Jika Ahok Berpartai, Dia Pilih PDIP

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Subekti

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat yakin sahabatnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akan memilih PDIP jika kembali terjun ke politik. "Kalau masuk partai, dia milih PDIP," kata Djarot saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.

    Djarot mengatakan Ahok sudah memiliki keinginan masuk PDIP. Sebab, kata Djarot, Ahok menganggap partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri itu paling tegas dan setia kepada Pancasila. Djarot juga menceritakan Ahok pernah bertanya apakah ia boleh bergabung bersama PDIP. "Saya jawab boleh dong. Karena PDIP itu partai terbuka.”

    Baca: Ahok Bebas dari Mako Brimob, LP Cipinang Urus Administrasinya

    Menurut Djarot, mantan Gubernur DKI itu sebetulnya sudah lama memiliki keinginan masuk PDIP sejak memimpin Belitung Timur. Ahok, kata Djarot, pernah ditawari bergabung dengan PDIP oleh almarhum Taufik Kiemas, suami Megawati. Ini menjadi bukti bahwa kedekatan Ahok dengan PDIP sudah terjalin cukup lama.

    Djarot menuturkan Ahok enggan menjadi pengurus struktural PDIP. Bahkan, Ahok tak berkeinginan menjabat sebagai ketua. "Dia enggak mau jadi pengurus, jadi anggota biasa saja. Yang penting bisa bantu."

    Baca: Pengacara: Ahok akan Dijemput Keluarga dari ...

    Djarot mengatakan bahwa syarat bergabung dengan PDIP cukup mudah. Sebagai Ketua DPP Bidang Organisasi PDIP, Djarot menyebutkan syaratnya hanya mengirimkan identitas diri dan menyatakan kesanggupan untuk setia pada Pancasila dan NKRI. "Sudah oke, kita bikin kartu anggota." 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.