Ahok Bebas, Pengacara: Bripda Puput Tidak Ikut Jemput

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dok.TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dok.TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Teguh Samudera memastikan Bripda Puput Nastiti Devi tidak ikut menjemput pembebasan kliennya pada 24 Januari 2019. “Tidak ikut,” katanya dihubungi Rabu, 23 Januari 2019. Dia mengatakan Ahok hanya akan dijemput oleh keluarganya.

    Teguh tidak menjelaskan alasan mengapa Puput tak ikut menjemput Ahok. Namun, Ahok memang meminta agar masyarakat tak menjemput pembebasannya secara beramai-ramai. “Supaya tidak terjadi kemacetan yang bisa merugikan masyarakat.”

    Baca: Ahok Bebas dari Mako Brimob, LP Cipinang Urus Administrasinya

    Bripda Puput adalah polisi wanita yang dikabarkan akan dinikahi Ahok sebebas dari penjara. Puput adalah bekas ajudan mantan istri Ahok, Veronica Tan. Sebelumnya, dia bertugas di Direktorat Objek Vital Polda Metro Jaya. Kini Puput bertugas di Detasemen Pelayanan Markas Mabes Polri.

    Kabar rencana pernikahan itu pertama kali diungkapkan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Politikus PDIP itu mengatakan Ahok bakal menikah dengan Puput pada 15 Februari 2019 atau sekitar satu bulan setelah bebas dari penjara pada 24 Januari 2019.

    Prasetio menuturkan Ahok bakal menikah di Jakarta atau Jawa Timur. Dia dan mantan Wakil Gubernur DKI Djarot Saefullah Hidayat akan menjadi saksi pernikahan mereka.

    Baca: Menkumham Pastikan Ahok Bebas 24 Januari ...

    Ahok dijadwalkan bebas penuh pada Kamis, 24 Januari 2019. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan Ahok akan dibebaskan dari Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil, Depok. Walau begitu, urusan administrasi pembebasannya akan diurus di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. “Prosedur administrasinya diselesaikan di Cipinang, nanti pembebasannya di Mako,” katanya.

    Ahok juga meminta supaya tim pengacaranya tak usah ikut menjemput. Ahok khawatir akan terjadi kemacetan, berhubung hari pembebasannya pada 24 Januari 2019 esok adalah hari kerja.

    Ahok dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena terbukti bersalah dalam kasus penodaan agama terkait pidatonya di Pulau Seribu. Pidato itu juga memicu demonstrasi besar pada 4 November dan 2 Desember 2016. Sebelumnya, dari mana Ahok  akan dibebaskan masih dipertanyakan. Ahok sebenarnya merupakan warga binaan Lapas Cipinang, namun di dipenjara di Rutan Mako Brimob, Depok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.