Hinca Panjaitan: Partai Demokrat Tak Akan Beri Sanksi Andi Arief

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyatakan partainya tidak akan memberikan sanksi kepada kadernya Andi Arief. Menurut Hinca, cuitan Andi soal 7 kontainer surat suara yang belakangan ramai tidak membuat kegaduhan sama sekali.

    Baca juga: Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Pakar: Sulit Menjerat Andi Arief

    Hinca mengatakan apa yang dilakukan Andi justru bukan kegaduhan, tetapi tugas seorang politisi untuk mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Partai politik pun tugasnya mengawasi. Jadi Demokrat merasa tidak ada masalah,” ujar Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 7 Januari 2019.

    Hinca menambahkan dirinya sebagai Sekjen Demokrat akan membantu Andi Arief untuk pernyataannya itu. Ia pun bersedia untuk memberikan penjelasan bila dibutuhkan.

    Ia mengatakan yakin Andi tidak menyebarkan hoaks. Karena menurutnya sumber berita palsu bukan cuitan Andi melainkan dari rekaman suara. “Memang sekarang harus dibuktikan,” kata dia.

    Sebelum dicuitkan Andi, kabar tentang tujuh kontainer surat suara dari Cina yang tiba di Tanjung Priok dan telah tercoblos untuk pasangan nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin ini memang lebih dulu beredar di media sosial. Belakangan setelah dikonfirmasi oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabar ini dinyatakan hoax.

    Hinca juga mengatakan pernyataan Andi ini tidak mengganggu citra partai. Menurutnya hal yang dilakukan Andi wajar. Malah, kata Hinca, Andi Arief, ia sebut sebagai whistleblower alias peniup peluit yang menyadarkan masyarakat. Karena substansi dari cuitan Andi, kata Hinca, untuk menyadarkan KPU sebagai penyelenggara pemilu agar menghentikan desas-desus yang beredar itu.

    Baca juga: Andi Arief Ancam Geruduk, Arya Sinulingga: Aku Tunggu, Enggak Ada

    Adapun cara Andi Arief yang lebih memilih media sosial, ketimbang melaporkan langsung ke KPU juga tidak salah. Karena media sosial termasuk Twitter adalah medium yang lazim digunakan dalam demokrasi modern.

    “Media sosial itu keniscayaan demokrasi modern. Memang ada di mana-mana,” ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.