Setya Novanto Prihatin Keponakannya Divonis 10 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. TEMPO/Imam Sukamto

    Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua DPR Setya Novanto merasa prihatin dengan vonis 10 tahun penjara yang dijatuhkan kepada keponakannya Irvanto Hendra Pambudi. Menurut dia, hukuman tersebut berat.

    “Ya kasihan, berat ya, karena dia sebagai pengantar saya sangat prihatin sekali,” kata dia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 18 Desember 2018.

    Baca: Jaksa KPK Tolak Permohonan JC Keponakan Setya Novanto

    Menurut Setya, Irvanto hanya dimanfaatkan pengusaha Andi Agustinus Narogong atau Andi Narogong menjadi perantara uang korupsi e-KTP. “Beratnya luar biasa ya, masih muda, saya tahu betul gimana dia digunakan Andi Narogong itu,” kata dia.

    Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sebelumnya memvonis Irvanto dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Menurut hakim, Irvanto terbukti terlibat merekayasa proses lelang dalam proyek pengadaan e-KTP. Irvanto juga terbukti menjadi perantara suap untuk sejumlah pihak.

    Baca: Irvanto Hendra Pambudi Sebut 6 Anggota DPR Terima Duit E-KTP

    Hakim menilai Irvanto secara langsung maupun tidak langsung memenangkan salah satu perusahaan yang terafiliasi dengan Andi Narogong. Menurut hakim, Irvanto hadir dalam pertemuan dengan pihak-pihak lain yang kemudian disebut sebagai Tim Fatmawati. Pertemua tersebut dilakukan untuk memenangkan salah satu konsorsium perusahaan.

    Baca: Keponakan Setya Novanto Mengaku Bersalah Jadi Kurir Korupsi E-KTP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.