Selasa, 13 November 2018

Potret Anak Sekolah di Ujung Barat Tanah Borneo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kehidupan TNI di Tapal Batas, dari mengajar sampai membuka jalan di Sanggau, Kalimantan Barat. TEMPO/Dewi Nurita

    Kehidupan TNI di Tapal Batas, dari mengajar sampai membuka jalan di Sanggau, Kalimantan Barat. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Kalimantan Barat - Seperti anak Sekolah Dasar lainnya, Epi juga menggenakan seragam warna merah putih. Anak berusia 12 tahun, yang kini duduk di kelas 4 SD Negeri 16 Dusun Gun Jemak, Desa Suruh Tembawang, Entikong, Kalimantan Barat, itu tak memakai sepatu, melainkan sendal jepit.

    Baca: Menilik Kehidupan Prajurit TNI di Tapal Batas

    Bersama teman-temannya, ia menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila' dengan bersemangat. Suara mereka menggema memenuhi ruangan kelas pada pagi itu, Rabu, 31 Oktober 2018. "Pribadi bangsaku, ayo maju maju, ayo maju maju, ayo maju maju".

    "Saya cinta Indonesia, hafal Pancasila dan Indonesia Raya," kata Epi saat ditemui di sekolahnya. Ia mengaku senang bisa bersekolah.

    SD tempat Epi bersekolah merupakan satu-satunya di Desa Suruh Tembawang. Meski ruang kelas masih berlantaikan tanah, dinding kelas banyak lubang, bagi dia, sekolahnya itu bagus dan menyenangkan.

    Epi tak tahu apakah kelak bisa melanjutkan sekolah setelah tamat SD. Tak banyak anak-anak di tempatnya yang bisa menamatkan pendidikan SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas).

    Jika ingin melanjutkan sekolah, Epi harus keluar dari desanya. Sebab, di desanya tak ada SMP apalagi SMA. Anak-anak yang ingin sekolah harus ke Kecamatan Entikong, yang jaraknya sekitar empat jam dari tempat itu.

    Epi, 12 tahun, murid kelas 4 SDN 16 Dusun Gun Jemak, Desa Suruh Tembawang, Entikong. TEMPO/Dewi Nurita

    Selain kondisi sekolah yang tak layak, tenaga pengajar pun sangat minim. Kepala Sekolah SD Negeri 16 Jemak, Sofyanus, mengatakan, hanya ada tiga guru berstatus Pegawai Negeri Sipil dan tiga guru berstatus sebagai honorer. Mereka harus mengajar semua mata pelajaran di delapan kelas, yakni tiga kelas jauh dan lima kelas di SD induk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?