Minggu, 18 November 2018

Potret Anak Sekolah di Ujung Barat Tanah Borneo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kehidupan TNI di Tapal Batas, dari mengajar sampai membuka jalan di Sanggau, Kalimantan Barat. TEMPO/Dewi Nurita

    Kehidupan TNI di Tapal Batas, dari mengajar sampai membuka jalan di Sanggau, Kalimantan Barat. TEMPO/Dewi Nurita

    Warga keluar masuk Indonesia - Malaysia tanpa paspor, hanya mengandalkan kedekatan sebagai sesama suku Dayak Bidayuh. Sebagian penduduk suku ini mendiami di Kampung Sepit, wilayah Serawak.

    Kondisi sekolah di Desa Pala Pasang. TEMPO/Dewi Nurita

    Masyarakat yang hidup di perbatasan tak banyak yang memiliki kartu tanda penduduk, terlebih lagi paspor. Jumlah penduduk yang mempunyai KTP tak lebih dari separuh. Sulitnya mengurus surat-surat menjadi salah satu faktor penyebabnya. Untuk mendapatkan KTP, penduduk di sana harus mengurus di Entikong yang jaraknya sekitar 3-4 jam. Apabila kondisi cuaca sedang tidak bagus, perjalanan menggunakan sepeda motor menuju Entikong bisa lebih dari 4 jam.

    Sulitnya akses jalan dan minimnya fasilitas pendidikan membuat warga di ujung barat Tanah Borneo ini rata-rata hanya bersekolah sampai SD. Hanya sebagian kecil yang melanjutkan sekolah hingga SMP atau SMA. Bahkan, hampir tidak ada penduduk di sana yang pernah belajar sampai tingkat perkuliahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.