Rabu, 14 November 2018

Soal Video Prabowo Sebut Tampang Boyolali, Gerindra: Digoreng PSI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, disaksikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kiri), menyampaikan pidato saat mengunjungi Pondok Pesantren Darul Qur'an Salafiyah di Demakijo, Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, Selasa, 30 Oktober 2018. Kunjungan tersebut sebagai ajang silaturahmi dengan umat Islam di Klaten. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, disaksikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kiri), menyampaikan pidato saat mengunjungi Pondok Pesantren Darul Qur'an Salafiyah di Demakijo, Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, Selasa, 30 Oktober 2018. Kunjungan tersebut sebagai ajang silaturahmi dengan umat Islam di Klaten. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah video kampanye calon presiden Prabowo Subianto di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa lalu, 30 Oktober 2018, ramai di media sosial. Dalam konten video tersebut, Prabowo menjuluki audiensnya dengan 'tampang Boyolali' ketika berseloroh.

    Baca juga: Alasan Cucu Pendiri NU Bergabung dengan Prabowo - Sandiaga

    Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan kalimat Prabowo bukan masalah bila tak ada yang memantik isu negatif. Menurut Andre, video Prabowo menjadi ramai karena ada pihak yang sengaja memanas-manasi.

    "Video di Boyolali Pak Prabowo itu digoreng oleh orang PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Penggorengnya namamya Tsamara," kata Andre kepada Tempo saat dihubungi pada Jumat malam, 2 November 2018. Andre menilai, Tsamara Amany yang menjabat sebagai Ketua DPP PSI, sengaja menggiring isu tentang ujaran capres nomor urut 02 itu sebagai bentuk penyerangan.

    Ia pun melihat, selain memukul lawan, ini adalah salah satu langkah PSI untuk menggencarkan modus operandi numpang tenar. Sebab, ujar dia, partai berlambang bunga mawar itu masih parnoko alias partai nol koma. Artinya, elektabilitas partai tersebut di bawah 1 persen.

    Andre menyayangkan isu itu menjadi ramai. Musababnya, masyarakat tak melihat video secara utuh. Gambar bergerak yang dibagikan di media sosial, ujar Andre, sengaja sudah dipotong sehingga warganet tak mengerti konteksnya.

    Menurut Andre, ujaran Prabowo itu berhubungan dengan isu ketidaksejahteraan. Adapun guyonan tampang Boyolali adalah untuk menyindir keadaan masyarakat yang berada di level tidak sejahtera. "Lagi pula pesertanya enggak ada yang protes," ucapnya.

    Baca juga: Sandiaga Sebut Ada 10 Tim Bayangan di Kubu Prabowo

    Andre pun menceritakan, dalam video itu, Prabowo tengah menyinggung perihal hotel-hotel mewah dan ketidakmampuan masyarakat akar rumput untuk menjamahnya. "Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal ada di Jakarta," kata Prabowo.

    Prabowo lalu mengabsen tiga nama hotel bintang lima di Ibu Kota. Setelah itu, ia mengatakan bahwa ejaannya sulit hingga masyarakat saja tak mampu mengucapkannya. Prabowo lantas berujar bila audiensnya saat itu masuk hotel mewah, mereka akan diusir.

    "Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian ya tampang Boyolali. Betul?" ujar Prabowo. Peserta kampanye terdengar tertawa. Lontaran kalimat ini menjadi kontroversi lantaran candaan Prabowo ditangkap sebagai kalimat yang tidak sopan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?