Disebut PKI, Jokowi: Astaghfirullah, Ampun Ya Allah, Sabar...

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiba di Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 25 Oktober 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiba di Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 25 Oktober 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Samarinda - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali bercerita soal fitnah dirinya adalah anggota Partai Komunis Indonesia atau PKI. Jokowi bahkan berucap istighfar saat menceritakan fitnah tersebut.

    Baca juga: KontraS: Pernyataan Jokowi Soal PKI Sudah Tidak Relevan

    Jokowi menceritakan bahwa ada sebuah foto dirinya berada di podium bersama Ketua PKI D. N. Aidit yang sedang berpidato pada 1955. Foto itu menurut Jokowi banyak tersebar di media sosial.

    "Saya lihat sampai geleng-geleng. Saya lahir saja belum kok ada di podium D. N. Aidit. Astaghfirullah. Ampun ya Allah. Sabar. Ini baru satu gambar. Belum gambar lain," kata Jokowi dalam acara pemberian sertifikat lahan di Lapangan Sepakbola Stadion Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 25 Oktober 2018.

    Jokowi berkali-kali mengatakan sabar. Ia menuturkan, tuduhan itu termasuk kejam dalam politik. Apalagi, kata Jokowi, fitnah di media sosial juga tidak pernah berhenti. "Presiden Jokowi itu PKI. Coba. Astaghfirullah. PKI dibantai 1965, saya lahir 1961. Umur saya baru 4 tahun, masa ada PKI balita. Ampun yang namanya politik kejamnya seperti itu, menuduh, memfitnah," ujarnya.

    Menurut Jokowi, selama ini dirinya sudah mencoba diam dan sabar menghadapi tuduhan tersebut. Namun, kata Jokowi, kesabaran pun ada batasnya. Ia merasa, semakin diam, fitnah malah tidak berhenti. "Jangan-jangan dipikirnya saya takut," kata dia.

    Baca juga: Saat Jokowi Ajak TNI Berantas Komunisme dan Warisan PKI

    Jokowi pun mengingatkan kepada masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai agama, tata krama, dan sopan santun. Ia meminta agar bersama-sama menjaga kerukunan dan persaudaraan. Jangan sampai, ucap dia, gara-gara pemilihan presiden dan kepala daerah jadi terlihat tidak bersaudara. "Jangan sampai antarkampung enggak saling sapa. Namanya pemilu setiap 5 tahun pasti ada. Masa mau gitu-gituan terus. Engga kan," katanya.

    Pidato serupa kerap diucapkan Jokowi dalam forum pembagian sertifikat untuk rakyat. Sebelumnya Jokowi mengungkap hal yang sama saat membagikan sertifikat di Depok pada September lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.