Jokowi: Saya Lahir 1961, PKI 1965, Masak Ada PKI Umur 4 Tahun

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam penyerahan 30 ribu sertifikat tanah kepada warga Depok di Lapangan RRI Kamis 27 September 2018. Tempo/Irsyan

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam penyerahan 30 ribu sertifikat tanah kepada warga Depok di Lapangan RRI Kamis 27 September 2018. Tempo/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menepis kabar burung yang menyebut dia merupakan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). “Saya ini lahir tahun 1961. PKI itu ada tahun 1965. Saya berusia empat tahun ketika itu. Masak ada anggota PKI balita? Ini kan nggak bener," kata Jokowi dalam sambutan dalam penyerahan sertipikat untu rakyat di Lapangan RRI di Jalan Raya Bogor Kamis 27 September 2018.

    Baca: Tim Jokowi - Ma'ruf Perkenalkan Kaos #01 ke Publik

    Jokowi meminta agar tidak ada orang yang menyebarkan kabar bohong. "Tolong berkompetisi yang sehat dan janganlah saling fitnah dan menjelek-jelekkan satu sama lain. Itu tidak sesuai dengan nilai agama," kata Jokowi.

    Menurut Jokowi, bangsa Indonesia tidak boleh terpecah hanya karena perbedaan pada pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah. “Indonesia dikaruniai banyak perbedaan. Kita memiliki 17 ribu pulau, 514 kabupaten dan kota, 1.100 bahasa daerah, 34 provinsi, 714 suku bangsa. Kita memang kaya akan perbedan. Oleh karena itu jagalah ukhuwah islamiyah yang ada. Jaga tali persaudaraan dan persatuan," ujar Jokowi.

    Keberagaman, kata Jokowi, merupakan aset bangsa dan warga negara diminta rukun serta tidak mudah menjatuhkan fitnah. Jokowi pun berpesan dalam memilih pemimpin agar melihat secara proporsional berdasarkan rekam jejak, visi misi, gagasan gagasan yang dibuat untuk memajukan bangsa.

    Dalam sambutan itu Jokowi juga sempat menertawakan komentar-komentar di media sosial. Pembahasan yang dimaksud mengenai dirinya yang disebut sebagai presiden ndeso. "Ya memang saya ini wong ndeso. Saya dari desa. Mau diapakan lagi," kata Jokowi.

    Simak juga: Bagikan 30 Ribu Sertifikat, Jokowi Ajari Hadapi Sengketa Tanah

    Jokowi mengatakan memilih bersabar menghadapi fitnah yang ditujukan kepada dia. "Ya saya sudah kebal. Sabar sabar saja tapi ingat ya ingat bagi penebar fitnah sudah jangan menyebar fitnah lagi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.