Rabu, 24 Oktober 2018

JK: Korban Gempa Palu Butuh Peralatan Rumah Tangga

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla mengecek kolesterol, gula darah, dan tekanan darahnya di stan medical check up di Internaisonal Broadcast Center (IBC), JCC, Kamis, 16 Agustus 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mengecek kolesterol, gula darah, dan tekanan darahnya di stan medical check up di Internaisonal Broadcast Center (IBC), JCC, Kamis, 16 Agustus 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, masih membutuhkan bantuan. Selain barang, bantuan dana juga diharapkan.

    Baca: Tanggapi Kritik Soal IMF-WB, JK: Masa Kampanye Apa Saja Salah

    JK menuturkan bantuan berupa makanan dan tenda saat ini sudah sangat banyak. Pengungsi, menurut dia, kini lebih membutuhkan peralatan rumah tangga. "Kalau paling gampang bantu sekarang itu dana," kata dia di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

    JK menilai penting untuk mendistribusikan bantuan sesuai dengan kebutuhan. Namun dia tetap menghargai setiap bantuan yang diberikan. Pemerintah masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin membantu. Bantuan dari luar negeri juga masih diterima melalui dua mekanisme yang telah disiapkan.

    Baca: Saat JK Sebut Risma dan Ridwan Kamil Pemimpin Panutan

    "Kalau G2G (Goverment to Goverment) itu rekeningnya ada di Kementerian Keuangan. Kalau NGO itu lewat Palang Merah Indonesia," ujarnya. Namun dia menegaskan pemerintah tidak dalam posisi meminta, melainkan mempersilakan niat baik berbagai pihak yang ingin membantu.

    JK menyatakan belum mengetahui jumlah dana yang terakhir masuk. Namun dia memastikan bantuan tersebut cukup untuk menangani dampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. "Walau memang dalam kondisi ini kita harus efisien," ujarnya,


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.