Jumat, 14 Desember 2018

Tanggapi Kritik Soal IMF-WB, JK: Masa Kampanye Apa Saja Salah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota delegasi dan media mengurus tanda pengenal untuk mengikuti Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di pusat registrasi di Hotel Nusa Dua Beach, Nusa Dua, Bali, Senin, 8 Oktober 2018. Lebih dari 30 ribu orang mendaftar sebagai peserta pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018, yang dimulai hari ini. ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    Anggota delegasi dan media mengurus tanda pengenal untuk mengikuti Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di pusat registrasi di Hotel Nusa Dua Beach, Nusa Dua, Bali, Senin, 8 Oktober 2018. Lebih dari 30 ribu orang mendaftar sebagai peserta pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018, yang dimulai hari ini. ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

     

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan anggaran untuk pertemuan tahunan International Monetary Fund - World Bank (IMF - World Bank) bukan pemborosan. Dia menyatakan, manfaat dari ajang itu akan lebih besar dari dana yang digelontorkan.

    "Ya kalau namanya masa kampanye apa saja salah kan," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Baca: Jokowi Jelaskan Anggaran Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

    JK menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran IMF-WB digunakan untuk memperbaiki infrastruktur di Bali. Infrastruktur yang dimaksud mulai dari perbaikan jalan hingga bandara. Fasilitas tersebut dapat dinikmati bahkan setelah acara usai.

    Selain itu, IMF-WB mendatangkan banyak orang. "Orang mengatakan, tamu itu rejeki," kata JK.

    Menurut dia, para tamu datang tanpa dibiayai pemerintah. Mereka membayar sendiri akomodasi dan makan. Para peserta juga diprediksi akan berbelanja.

    Baca: Kritik Andi Arief Soal Pelaksanaan Pertemuan IMF - World Bank

    Pemerintah menganggarkan dana sekitar Rp 855,5 miliar untuk IMF-WB. Dana tersebut, menurut JK, akan kembali kepada pemerintah melalui pajak konsumsi para tamu undangan.

    Presiden Joko Widodo juga sebelumnya telah mengklarifikasi kritik soal dana IMF-WB. Dia menuturkan dana sebagian besar digunakan untuk infrastruktur Bali.

    Jokowi memastikan penyelenggaraan IMF-WB menguntungkan Indonesia. Ajang tersebut akan membawa 15 ribu orang memasuki Bali. "Annual meeting sebesar itu, 15 ribu orang yang datang, menjadi rebutan semua negara karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak, paling tidak memberikan citra yang baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu," kata dia.

    Selain itu, pertemuan IMF-WB diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata dan devisa yang akan masuk. Sebab partisipan acara tersebut mencapai kurang lebih 34 ribu orang. "Kita harapkan ini justru akan memperkuat promosi kita untuk tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia. Saya kira arahnya ke sana," ucapnya.

    Baca: 7 Fakta tentang Pertemuan IMF - World Bank 2018


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....