Jumat, 14 Desember 2018

Begini Kendala Tim SAR Evakuasi Korban di Petobo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim penyelamat dari Manggala Agni melihat jenazah korban gempa dan tsunami yang berhasil ditemukan di kawasan Kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa 2 Oktober 2018. Petobo merupakan kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa 7,4 pada skala richter (SR) yang terjadi pada 28 September 2018. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Anggota tim penyelamat dari Manggala Agni melihat jenazah korban gempa dan tsunami yang berhasil ditemukan di kawasan Kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa 2 Oktober 2018. Petobo merupakan kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa 7,4 pada skala richter (SR) yang terjadi pada 28 September 2018. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Palu - Tim SAR mengalami banyak kendala dalam upaya evakuasi dan pencarian korban gempa Palu di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu. Wilayah ini tertimbun lumpur akibat fenomena likuifaksi usai gempa.

    "Banyak kendala mulai dari kondisi fisik medan dan luas area pencarian, sampai pada hal-teknis," kata salah satu anggota tim SAR, Chandra pada Jumat, 5 Oktober 2018.

    Baca: Kisah Lumpur yang Menggulung Petobo

    Kendala yang di hadapi oleh Tim SAR, kata Chandra, mulai dari mengerasnya lumpur hingga area pencarian yang luas. Lumpur yang mulai mengeras membuat tim SAR kesulitan melakukan pencarian korban dengan cara manual.

    Sedangkan luasnya area pencarian yaitu seluas 2 kilometer persegi, kata Chandra, tak sebanding dengan jumlah anggota tim SAR yang ada. Tim juga terkendala minimnya sarana transportasi dan mobilitas taktis yang dapat digunakan untuk mengangkut korban dari lokasi pencarian ke posko pengumpulan korban.

    Baca: Mau jadi Relawan Kawasan Bencana di Palu? Persiapkan 3 Hal Ini

    Chandra mengatakan membawa jenazah atau korban dengan cara manual dari lokasi pencarian menuju posko penampungan korban menguras tenaga dan energi Tim SAR. Jaraknya sekitar 300 meter. Di sisi lain, Tim SAR berhadapan dengan minimnya ketersediaan air minum untuk mereka konsumsi di Kelurahan Petobo. "Logistik berupa makanan untuk Tim SAR, sementara aman. Namun butuh penambahan air minum," kata Chandra.

    Kendala lainnya diungkapka Humas Basarnas Yusuf. Ia mengatakan kendala teknis lainnya dalam pencarian korban, yakni banyaknya puing-puing bangunan yang terseret lumpur. "Medan pencarian harus diwaspadai, terkontaminasi dengan jenazah. Material-material bangunan yang harus di waspadai karena belum di bongkar oleh alat berat," kata Yusuf.

    Evakuasi dan pencarian korban memasuki hari ketujuh pada Jumat, 5 Oktober 2018. Menurut data victims Tim SAR, total korban yang ditemukan sebanyak 108 orang sejak Sabtu 29 September sampai dengan 5 Oktober 2018 pukul 11.10 WITA.

    Baca: Cerita Petobo, Kampung yang Hilang Ditelan Lumpur Saat Gempa Palu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....