Minggu, 15 September 2019

Sidang E-KTP, Jaksa: Ada Dana dari Perusahaan Rita ke Made Oka

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Bupati Kutai Kartanegara nonaktif, Rita Widyasari, menutup wajahnya setelah mengikuti sidang pembacaan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018. Majelis hakim memvonis Rita 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Bupati Kutai Kartanegara nonaktif, Rita Widyasari, menutup wajahnya setelah mengikuti sidang pembacaan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018. Majelis hakim memvonis Rita 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya aliran dana dari PT Beringin Jaya Abadi milik Rita Widyasari ke perusahaan milik terdakwa korupsi e-KTP Made Oka Masagung, OEM Investment. Bupati Kutai Kartanegara nonaktif itu menjadi saksi dalam sidang e-KTP dengan terdakwa Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung yang disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018,

    “Kami menemukan adanya aliran dana dari Beringin Jaya ke OEM Investmen, untuk apa uang itu?” kata Jaksa KPK, Abdul Basir bertanya kepada Rita.

    Baca:Sidang E-KTP, Rita dan Fayakhun Saksi untuk Irvanto dan Made Oka

    OEM Investment adalah perusahaan milik Made Oka yang berkantor di Singapura. KPK mendakwa Made Oka menampung uang korupsi e-KTP di perusahaannya itu, sebelum diserahkan kepada bekas Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

    Jaksa awalnya bertanya kepada Rita apakah duit dari perusahaannya ada kaitannya dengan korupsi e-KTP. Menurut jaksa, Rita komisaris dalam perusahaan tambang itu. Tapi Rita membantah. Dia menduga ayahnya, Syaukani Hasan Rais yang telah mencantumkan namanya sebagai komisaris tanpa sepengetahuannya.

    Baca: Setya Novanto Bersaksi untuk Made Oka Masagung di Kasus E-KTP ...

    Rita juga mengaku tidak tahu soal aliran duit dari Beringin Jaya ke OEM Investment. Dia mengatakan tidak pernah mengurus jual-beli saham di perusahaan itu. “Saya enggak pernah ikut rapat pemegang saham, Pak,” kata Rita Widyasari dalam sidang e-KTP.

    Made Oka dan Irvanto didakwa turut berperan dalam korupsi e-KTP. Menurut jaksa, mereka menampung duit hasil korupsi e-KTP sebelum menyerahkannya kepada bekas Ketua DPR Setya Novanto. Irvanto juga menjadi perantara duit e-KTP untuk sejumlah pihak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.