Ratna Sarumpaet Dipukuli, Fadli Zon: Jahat dan Biadab Sekali

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet berencana daftarkan gugatan terhadap KPK ke PN Jakarta Pusat, 6 September 2016. TEMPO/Friski Riana

    Aktivis Ratna Sarumpaet berencana daftarkan gugatan terhadap KPK ke PN Jakarta Pusat, 6 September 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membenarkan kabar ihwal penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet. "Mbak @RatnaSpaet memang mengalami penganiayaan dan pengeroyokan oleh oknum yang belum jelas. Jahat dan biadab sekali," cuit Fadli Zon lewat akun twitter-nya @fadlizon, Selasa siang, 2 Oktober 2018.

    Baca: Ratna Sarumpaet Dipukuli, Habiburokhman: Saya Diajak Ketemu Dia

    Fadli Zon juga mengunggah foto dirinya dengan Ratna yang menggunakan baju berwarna biru dengan motif garis-garis. "Saya menjenguk Mbak @RatnaSpaet saat proses recovery dua hari lalu. Tindakan penganiayaan ini memang sungguh keji," kata Fadli.

    Pengacara Ratna Sarumpaet, Samuel Lengkey, membenarkan kliennya dipukuli orang tak dikenal saat berada di Bandung, Jawa Barat. Kabar Ratna dipukuli ini beredar di media sosial. "Iya benar, itu confirmed dia," kata Samuel kepada Tempo, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Tetapi, Samuel mengatakan tak bisa banyak memberikan keterangan soal peristiwa yang menimpa Ratna itu. Dia mengatakan informasi selengkapnya akan disampaikan Ratna sendiri melalui konferensi pers. Kata Samuel, Ratna saat ini sedang berkoordinasi dengan sejumlah kuasa hukumnya terkait pelaporan ke kepolisian.

    "Saya tidak bisa cerita, nanti saja konferensi pers, waktunya akan dikabari," kata Samuel. "Tapi itu benar kejadiannya," ujarnya menegaskan.

    Dalam foto yang beredar, tampak wajah Ratna luka lebam dan matanya pun membengkak. Dalam foto tersebut, Ratna Sarumpaet tampak mengenakan kemeja garis-garis. Di belakangnya terlihat ada tiang penyangga infus. Ratna seperti tengah duduk di tempat tidur rumah sakit.

    Dalam sebuah pesan pendek yang beredar di grup WhatsApp wartawan, Ratna mengatakan. "Mereka kan yang punya kekuasaan dan senjata. Saya punya anak-anak dan keluarga yang seumur hidup menanggung stigma karena saya."

    Simak juga: Diskusi Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung Dibatalkan Pihak Hotel

    Tempo sudah mencoba mengkonfirmasi kabar ini ke Ratna Sarumpaet. Seorang pria yang mengangkat telepon dari Tempo mengatakan Ratna Sarumpaet sedang salat. Dia pun enggan menjelaskan ihwal apa yang terjadi kepada Ratna. "Nanti saja tanya langsung ke ibu. Beliau sedang salat," ujar pria tersebut dari seberang telepon. Namun sampai saat ini, Ratna belum bisa dihubungi. Nada telepon-nya terus sibuk dan mailbox penuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.