Mendagri Minta Daerah Bantu Penanganan Bencana Palu dan Donggala

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kedua kiri) berjabat tangan dengan Bupati Tulungagung nonaktif, Syahri Mulyo (kedua kanan), disaksikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kiri) dan pelaksana tugas Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (kanan), saat pelantikan di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa, 25 September 2018. KPK menduga Syahri Mulyo menerima duit Rp 2,5 miliar terkait dengan proyek jalan dari seorang kontraktor. ANTARA/Aprillio Akbar

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kedua kiri) berjabat tangan dengan Bupati Tulungagung nonaktif, Syahri Mulyo (kedua kanan), disaksikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kiri) dan pelaksana tugas Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (kanan), saat pelantikan di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa, 25 September 2018. KPK menduga Syahri Mulyo menerima duit Rp 2,5 miliar terkait dengan proyek jalan dari seorang kontraktor. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri atau Mendagri, Tjahjo Kumolo, memerintahkan pemerintah daerah membantu penanganan gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Instruksi itu ia kirimkan melalui radiogram.

    Baca: Mendagri Minta Pemda Belikan Kebutuhan Pengungsi Tsunami Palu

    Dalam instruksinya, Tjahjo meminta agar kepala daerah menggunakan anggaran tanggap darurat mereka untuk disumbangkan ke Sulawesi Tengah. "Yang punya tenda kirim, yang punya makanan kirim, untuk bisa membantu teman kita," kata dia di Istana Negara, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018.

    Tjahjo menuturkan, radiogram dia kirimkan antara lain kepada pemerintah Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah Jawa Timur dan Yogyakarta juga sudah mendapat instruksi tersebut.

    Bantuan dari beberapa daerah sudah mulai dikirimkan ke Palu dan Donggala. Salah satunya berasal dari pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    Baca: Tsunami Palu, Pengungsi Keluhkan Kurang Makanan

    Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan pihaknya mengirim bantuan satu kapal penuh ke Palu. Kapal berisi makanan, pakaian, hingga tenda itu akan diberangkatkan Senin sore ini. "Kemungkinan tiba besok pagi karena perjalanan laut butuh sekitar 18 jam," katanya di Istana Negara hari ini.

    Bantuan menggunakan kapal laut dipilih lantaran mampu memuat lebih banyak barang. Selain itu, waktu tempuhnya tak memakan waktu yang lama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.