Relawan Duga Aksi Mahasiswa Ditunggangi Lawan Politik Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akibat Ricuh, membuat seorang mahasiswa terluka, begitu juga Kapolresta Pekanbaru mengalami luka di bagian kepala.

    Akibat Ricuh, membuat seorang mahasiswa terluka, begitu juga Kapolresta Pekanbaru mengalami luka di bagian kepala.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, organ relawan pendukung Presiden Joko Widodo mensinyalir kuat ada yang menunggangi sejumlah aksi mahasiswa yang belakangan marak mengkritik pemerintah.

    Baca juga: Gagal Bertemu Jokowi, Demo Mahasiswa 121 Bubarkan Diri  

    "Jokowi tidak anti kritik, tidak anti mahasiswa, namun kami menemukan indikasi kuat bahwa gerakan mahasiswa itu mulai ada yang menunggangi," ujar Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi, Dedi Mawardi di sela deklarasi Tim Pembela Jokowi Yogyakarta, di Yogyakarta, Sabtu 15 September 2018.

    Dedi menuturkan, kelompok yang menunggangi aksi mahasiswa itu diduga adalah lawan politik Jokowi.

    "Misalnya aksi mahasiswa di Riau kemarin, dari hasil penelusuran tim kami ada mahasiswa yang berkomunikasi dengan salah satu kandidat (lawan politik Jokowi)," ujarnya.

    Hal itu membuat Seknas makin curiga jika demo di Riau itu tidak ada hubungan dengan masyarakat, hanya direkayasa dan diviralkan supaya orang punya pandangan jelek tentang Jokowi di mata mahasiswa.

    Dedi juga mengatakan jika kepolisian telah menemukan bukti video yang berlangsung ada yang merupakan hasil editan dengan menggabungkan cuplikan video lama aksi demo mahasiswa.

    Dedi menduga, tujuan akhir demo rekayasa itu juga untuk adu domba Jokowi dengan mahasiswa.

    Baca juga: Demo 121, Mahasiswa Bertahan di Istana Tuntut Bertemu Jokowi

    "Karena BEM Indonesia menolak demo itu sebagai aspirasi mahasiswa," ujarnya.

    Untuk meng-counter masifnya serangan yang menunggangi aksi mahasiswa itu, Seknas Jokowi pun tengah mengusulkan agar Jokowi
    dapat melakukan pertemuan dengan perwakilan BEM se-Indonesia.

    "Mungkin setelah penetapan pasangan capres, pertemuan dengan BEM se Indonesia itu bisa dilangsungkan," ujar Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.