Terjaring OTT, Hakim Adhoc Tipikor PN Medan: Belum Tahu Apa-apa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Merry Purba, Hakim Adhoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri atau PN Medan, tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pukul 08.40 WIB. Merry merupakan salah satu hakim yang terjaring operasi tangkap tangan atau OTT KPK pada Selasa 28 Agustus 2018. Ia datang mengenakan kemeja putih, blazer dan rok berwarna hitam, Merry mengaku tak tahu perihal penangkapannya.

    Baca juga: KPK: OTT di Medan Terkait Penanganan Kasus Korupsi

    "Saya belum tahu apa-apa," kata Merry, Rabu, 29 Agustus 2018. Ia langsung bergegas masuk ke dalam gedung.

    KPK mencokok 8 orang dalam rangkaian operasi tangkap tangan di PN Medan pada Selasa 28 Agustus 2018. Mereka yang ditangkap antara lain Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim Meraoke Sinaga, hakim Adhoc Tipikor Merry Purba dan dua panitera Elpandi dan Oloan Sirait.

    Sebelumnya Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penangkapan itu diduga terkait transaksi yang berkaitan dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi di Medan. Dalam OTT itu, penyidik KPK menyita sejumlah uang dollar Singapura. "Sejauh ini, baru ini informasi yang dapat kami sampaikan," ujar dia.

    Baca juga: OTT KPK di Medan, Hakim dan Panitera Ditangkap

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan OTT yang dilakukan di PN Medan terkait tindak pidana korupsi yang tengah diadili. Namun, Basaria belum merinci kasus korupsi tersebut. "Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tipikor di Medan," ucap Basaria Panjaitan saat dihubungi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.