OTT KPK di Medan, Hakim dan Panitera Ditangkap

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat konpers OTT Jombang di Gedung KPK, Jakarta, 4 Februari 2018. Uang untuk menyuap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi Puskesmas. TEMPO/Amston Probel

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat konpers OTT Jombang di Gedung KPK, Jakarta, 4 Februari 2018. Uang untuk menyuap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi Puskesmas. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 8 orang, termasuk hakim dan panitera, dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Medan, Sumatera Utara, Selasa, 28 Agustus 2018.

    "Tim amankan 8 orang sampai saat ini. Ada hakim dan panitera di antaranya," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat dihubungi, Selasa, 28 Agustus 2018.

    Baca juga: Fahri Hamzah Kritik OTT Kalapas Sukamiskin: Bukan Kewenangan KPK

    Febri mengatakan, penangkapan itu diduga terkait transaksi yang berkaitan dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi di Medan. Dalam OTT itu, penyidik KPK menyita sejumlah uang dollar Singapura. "Sejauh ini, baru ini informasi yang dapat kami sampaikan," ujarnya.

    KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif sebelum menentukan status hukum terhadap mereka yang ditangkap. KPK akan mengumumkan secara resmi penanganan perkara itu termasuk penetapan tersangka setelah itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.