KPK Telusuri Aliran Dana Suap Eni Saragih untuk Munaslub Golkar

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Sabtu malam, 14 Juli 2018. Eni ditangkap KPK di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham, Jumat sore, 13 Juli 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri pengakuan tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1 Eni Saragih perihal adanya aliran dana senilai Rp 2 miliar ke Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub Partai Golkar tahun lalu.

Baca juga: Golkar: Tak Ada Uang Eni Saragih dan Idrus Marham untuk Munaslub

"Tentu satu keterangan saja tidak bisa berdiri sendiri, kami akan mengkonfirmasi, klarifikasi dan verifikasi dugaan aliran tersebut," ujar Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat ditemui di kantornya, Senin 25 Agustus 2018.

Menurut Febri, pengakuan Eni Saragih itu akan dikonfrontasi dengan saksi lain. Aliran dana, kata Febri, harus jelas apakah dipergunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk juga jika memang ada yang mengalir untuk sebuah kegiatan partai politik.

Namun Febri belum memastikan pihak mana yang akan diminta keterangannya terkait dugaan aliran dana ke Partai Golkar tersebut. Selain itu, kata dia, dugaan aliran duit tersebut juga akan dikonfirmasi dengan barang bukti yang ada.

Eni Saragih membenarkan adanya sebagian uang suap yang dia terima digunakan untuk pembiayaan Munaslub Partai Golkar Desember tahun lalu.

"Yang Rp 2 miliar, saya gunakan untuk Munaslub," ujar Eni seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Senin, 25 Agustus 2018.

Namun Eni Saragih enggan menjelaskan lebih lanjut terkait aliran duit tersebut. Ia mengatakan sudah mengatakan semuanya kepada penyidik KPK.

Baca juga: KPK Periksa Setya Novanto untuk Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1

Soal uang yang mengalir ke Munaslub Golkar ini pertama kali diungkap oleh pengacara Eni Saragih, Fadli Nasution.

Ia mengatakan ada dugaan duit suap yang diterima Eni Saragih ikut mengalir ke Munaslub Golkar.

“Dana Rp 2 miliar itu merupakan bantuan dari saudara Kotjo (pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo) kepada Eni,” katanya kemarin.

Golkar menggelar Munaslub pada Desember 2017. Saat itu, Ketua Umum Setya Novanto terjerat kasus korupsi e-KTP. Dalam Munaslub itu terpilih Airlangga Hartarto sebagai ketua umum.

Ketua Organizing Committee Munaslub Partai Golkar 2017, Agus Gumiwang Kartasasmita membantah ada aliran duit suap proyek PLTU Riau-1 dari bekas Wakil Ketua Komisi Energi Eni Saragih, yang digunakan untuk membiayai Munaslub Golkar pada Desember 2017.

Baca juga: Pengacara Eni Saragih: Ada Duit Suap untuk Biaya Munaslub Golkar

"Saya sebagai Ketua OC Munaslub tidak pernah mendapatkan uang sepeserpun dari Saudara Eni Saragih untuk pembiayaan Munaslub tersebut," ujar Agus Gumiwang lewat keterangannya yang diterima Tempo pada Ahad malam, 26 Agustus 2018.






KPK Menyebut Tim Dokter Kesulitan Buktikan Lukas Enembe Sakit

3 jam lalu

KPK Menyebut Tim Dokter Kesulitan Buktikan Lukas Enembe Sakit

KPK menyatakan tim dokter Lukas Enembe kesulitan membuktikan bahwa Gubernur Papua itu sakit


Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

6 jam lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Ahmad Sahroni Bilang Dirinya Akan Dipanggil KPK Bila Ada Tersangka Kasus Formula E

8 jam lalu

Ahmad Sahroni Bilang Dirinya Akan Dipanggil KPK Bila Ada Tersangka Kasus Formula E

Politikus Nasdem Ahmad Sahroni mengatakan dirinya akan dipanggil KPK bila memang ada tersangka karena ia menjabat ketua pelaksana balapan.


Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

9 jam lalu

Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

Tingkat elektabilitas PDIP mencapai 21,6 persen; Demokrat dan Golkar mencapai 11,3 persen.


Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan Langsung ke Penyidik!

10 jam lalu

Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan Langsung ke Penyidik!

Ali menyayangkan pihak Lukas Enembe justru menggelar konferensi pers ketimbang menghadiri pemeriksaan di KPK.


KPK Gandeng IDI untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

10 jam lalu

KPK Gandeng IDI untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

Pendapat dari IDI juga akan menjadi pertimbangan KPK untuk mengizinkan Lukas Enembe berobat ke luar negeri.


Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

10 jam lalu

Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

Puan Maharani akan melanjutkan safari politiknya. PDIP menyebut sudah berkomunikasi dengan Golkar. Tergantung kecocokan waktu.


Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

11 jam lalu

Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

Golkar mencapai popularitas 94,0 persen dan kesukaan 75,9 persen.


Ketua KY Sambangi KPK Bahas Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

12 jam lalu

Ketua KY Sambangi KPK Bahas Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Mahkamah Agung memberhentikan sementara Hakim Agung Kamar Perdata Sudrajad Dimyati dari jabatannya.


Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

12 jam lalu

Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

Roy tergelitik untuk bertanya langsung kepada Lukas Enembe soal tambang emas. Sedang dalam proses perizinan.