Golkar: Tak Ada Uang Eni Saragih dan Idrus Marham untuk Munaslub

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan pada Sabtu malam, 14 Juli 2018. Dari hasil OTT tersebut, KPK menangkap 12 orang dan menyita Rp 500 juta. Uang itu diduga terkait dengan tugas Komisi VII. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

    Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan pada Sabtu malam, 14 Juli 2018. Dari hasil OTT tersebut, KPK menangkap 12 orang dan menyita Rp 500 juta. Uang itu diduga terkait dengan tugas Komisi VII. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Nurdin Halid membantah adanya aliran duit suap proyek PLTU Riau-1 dari mantan Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Eni Saragih untuk biaya musyawarah nasional luar biasa (munaslub) partainya pada Desember 2017. "Saya menjamin sama sekali tidak ada satu peser pun dana yang berasal dari Eni Saragih baik dalam kapasitasnya sebagai bendahara panitia maupun sebagai pribadi," kata Nurdin melalui telepon kepada Tempo, Senin, 27 Agustus 2018.

    Nurdin adalah ketua panitia penyelenggara Munaslub itu. Sedangkan Eni bendahara.

    Baca: 
    Pengacara Eni Saragih: Ada Duit Suap untuk ...
    Pengacara Eni Saragih: Tidak Ada Suap ke Idrus Marham, Tapi KPK ...

     

    Dugaan adanya aliran dana suap PLTU Riau-1 untuk Munaslub Golkar ini sebelumnya diungkapkan pengacara Eni Saragih, Fadli Nasution. Fadli mengatakan Eni menerima duit Rp2 miliar dari Johannes B. Kotjo, mantan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, anggota konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-1.

    Eni dan Kotjo menjadi tersangka kasus korupsi ini. KPK mencokok Eni di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham. Jumat pekan lalu, 24 Agustus 2018, Idrus Marham mundur sebagai menteri, beberapa jam sebelum KPK menetapkannya sebagai tersangka.

    Baca: KPK Periksa Suami Eni Saragih untuk ... 

    Fadli mengatakan kliennya tak mungkin berperan sendirian. Sebagai petugas partai, kata dia, Eni tentu melaporkan pekerjaannya kepada Setya Novanto yang ketika itu menjabat ketua umum dan Idrus sebagai sekretaris jenderal.

    Saat Setya lengser dari jabatan ketua umum dan ketua DPR, Idrus menjadi pelaksana tugas. Munaslub Golkar yang digelar Desember lalu mengakhiri peran Idrus sebagai pelaksana tugas.

    Baca: KPK Benarkan Eni Saragih Ditangkap di Rumah Dinas Idrus Marham

    Tak hanya membantah aliran duit dari Eni, Nurdin juga mengklaim tak ada sumbangan dari Idrus Marham. "Tidak ada juga, ndak ada," kata dia. Peran Idrus, kata Nurdin, hanya sampai pembentukan kepanitiaan munaslub.

    Nurdin juga menuturkan ia menerima laporan pertanggungjawaban munaslub. Dari laporan itu, dia memastikan tidak ada duit dari Eni Saragih dan Idrus Marham. "Jadi tidak benar kata pengacara itu, tanpa data, tanpa bukti,” kata Nurdin. Menurut dia, Golkar tertib untuk soal laporan. “Tidak ada dari Eni."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?