Hari Pertama Aksi Mogok GAM, Banda Aceh Lumpuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Ledakan bom mengawali hari pertama aksi mogok yang diserukan Gerakan Aceh Merdeka, Rabu (16/1). Ledakan terjadi di kawasan Darussalam Aceh Besar. GAM dan aparat TNI mengeluarkan versi berbeda terhadap peristiwa itu. Juru bicara militer GAM, Sofyan Daud, mengakui bom rakitan tersebut telah diledakkan anggota GAM untuk menyerang truk yang mengangkut aparat TNI. Tapi, penjelasan ini dibantah juru bicara TNI di Aceh, Agus Dwiyanto. “Sampai saat ini tidak ada anggota TNI yang mendapat serangan dari GAM,” ujar Agus. Sebaliknya, tuding Agus, GAM sengaja meledakkan bom tersebut untuk menakut-nakuti masyarakat agar menuruti seruan mogok total tiga hari. Sementara itu, situasi Banda Aceh hingga pukul 10.00 WIB masih sepi dari aktivitas warga. Aktivitas masyarakat umum lumpuh. Pusat-pusat pertokoan kebanyakan tutup. Tapi, aparat keamanan memberi pengawalan ketat kepada setiap toko yang buka. Angkutan umum dalam kota, yang disebut labi-labi, tidak ada yang beroperasi. Pihak kepolisian mengambil inisiatif untuk menjalankan sejumlah bus Damri. Semua sekolah dan pusat pendidikan lainnya diliburkan karena tidak ada siswa yang datang. Bahkan seorang guru, yang tak mau disebut namanya, mengaku menyuruh pulang beberapa murid yang datang ke sekolah. Alasannya, untuk menghindari kemungkinan buruk. Beberapa kantor pemerintahan menjalani aktivitas seperti biasa. Samsul, pegawai kantor Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, mengatakan dirinya menuruti seruan Gubernur Abdullah Puteh agar warga tetap beraktivitas seperti biasanya. “Kami tetap bekerja sebagaimana instruksi Pak Gubernu,” ujarnya. Meski kantor pemerintahan buka, namun pegawai yang datang terbilang sedikit. Mereka yang tidak masuk, mengaku tidak berani mengambil resiko, sebaliknya lebih memilih berdiam di rumah. Pantauan Tempo News Room, ratusan aparat keamanan melakukan patroli di sejumlah ruas jalan utama sambil menyerukan pemilik toko yang masih tutup agar segera membuka tokonya. Kepala Polres Aceh Besar, Komisaris Besar Sayed Husaini, turun ke jalan bersama pasukan patroli. Kekuatan pasukan TNI dan Polri juga telah dikerahkan ke sejumlah titik rawan. “Kami menghimbau masyarakat agar tidak mematuhi seruan mogok GAM,” kata Sayed. (Yuswardi A. Suud)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.