Selasa, 14 Agustus 2018

Evakuasi Lambat, BNPB Memastikan Korban Gempa Lombok Bertambah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat reruntuhan bangunan akibat gempa yang menimpa kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, Ahad, 5 Agustus 2018. Gempa ini sempat kuat dirasakan warga khususnya yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Warga melihat reruntuhan bangunan akibat gempa yang menimpa kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, Ahad, 5 Agustus 2018. Gempa ini sempat kuat dirasakan warga khususnya yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB memastikan korban gempa Lombok yang terjadi Ahad malam, 5 Agustus 2018, akan bertambah. “Data sudah kami pegang, tapi yang kami laporkan (pada media) hanya yang sudah teridentifikasi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Senin 6 Agustus 2018.

    Korban-korban di banyak tempat belum dievakuasi karena ketiadaan alat berat. Evakuasi dilakukan secara manual sehingga memakan banyak waktu.

    Baca:
    Gempa Lombok Utara, Korban Meninggal 82 Orang
    Pasca- Gempa Lombok, Terjadi 132 Kali Guncangan Susulan

    Hingga Senin dini hari, 6 Agustus 2018, jumlah korban meninggal tercatat 91 orang dan 209 orang luka-luka. Sutopo mengatakan penambahan angka korban dapat dipastikan karena ada beberapa bangunan yang runtuh saat banyak massa berkumpul. Salah satunya di masjid Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. “Saat gempa, warga sedang salat Isya di masjid. Reruntuhan atap masjid yang roboh mengenai jamaah,” ujar dia.

    Jamaah masjid ini belum dapat dievakuasi hingga sekarang, karena petugas mengevakuasi secara manual tanpa bantuan alat berat. Masalah alat berat ini menjadi kendala bagi petugas, karena mereka mengalami kesulitan pada saat harus menyingkirkan bahan bangunan yang terbuat dari beton tebal.

    Baca:BNPB: Korban Meninggal Gempa Lombok Kebanyakan Tertimpa Bangunan

    Penanganan menemui banyak kendala, terutama di kawasan Lombok Utara sebagai wilayah yang terdampak paling parah. Menurut Sutopo, banyak warga Lombok Utara yang sulit dijangkau karena posisinya berada di gunung dan bukit dengan akses jalan sempit.

    Di Kota Mataram misalnya, persediaan logistik tidak dapat memenuhi kebutuhan korban gempa Lombok. Keadaan ini dipersulit dengan tutupnya warung, toko, serta pasar. Meski begitu, “Bantuan terus berdatangan, baik dari pusat maupun dari luar wilayah Lombok,” kata Sutopo.

    FIKRI ARIGI

    Simak: Jokowi Perintahkan Wiranto Pimpin Penanggulangan Gempa Lombok ...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.