Rizieq Shihab Klaim Koalisi Keumatan Bisa Mirip Pilkada DKI 2017

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab memberikan keterangannya di depan awak media saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. Kedatangan Rizieq Shihab ke olda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Rizieq Shihab memberikan keterangannya di depan awak media saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. Kedatangan Rizieq Shihab ke olda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab optimistis, pasangan calon presiden usungan koalisi keumatan, akan bisa mengalahkan petahana Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Seperti halnya Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

    "Saudara seiman, belajarlah dari Pilkada DKI Jakarta. Kita mampu mengalahkan petahana yang ditopang alat negara, yang dibesarkan media dan berbagai lembaga survei," ujar Rizieq Shihab, Jumat malam, 27 Juli 2018 terkait koalisi keumatan.

    Baca : Bertemu di Dewan Dakwah, Koalisi Keumatan Bicara

    Hal itu disampaikan Rizieq saat berpidato sekaligus membuka acara Ijtima' Ulama yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF di Hotel Menara Penisula, Jakarta pada 27 Juli 2018, lewat teleconference dari Mekah, Arab Saudi.

    Rizieq mengklaim, saat ini ada lima partai yang bersama-sama dengan umat, yang ia sebut koalisi keumatan itu. Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang dan Partai Berkarya.

    Rizieq menyebut, lima partai tersebut sebagai lokomotif perjuangan penegak keadilan. "Ayo kita satukan koalisi umat. Ayo kita satukan mereka melawan komunisme, liberalisme, dan islamphobia," ujar Rizieq.

    Rizieq menyebut, koalisi keumatan juga sangat terbuka jika Partai Demokrat bergabung. Dia meyakini, jika keenam partai tersebut bergabung, koalisi keumatan akan didukung gelombang umat yang besar. "Kekuatan umat akan jadi modal politik yang dahsyat," ujar dia.

    Simak pula : Begini Stasiun Geofisika Mataram Amati Gerhana Bulan Juli 2018

    Acara pertemuan ulama ini mengundang lima pimpinan partai yakni, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Berkarya, yang dihadiri langsung masing-masing ketua umum partai yakni, Prabowo Subianto, Zulkifli Hasan, Sohibul Iman, Yusril Ihza Mahendra, dan Tommy Soeharto. Demokrat tak hadir.

    Adapun Ketua GNPF sekaligus penanggung jawab acara Yusuf Muhammad Martak mengatakan pertemuan ulama ini bertujuan menjadi forum menyampaikan aspirasi umat ihwal koalisi keumatan untuk pemilihan presiden 2019. Sekaligus, menindaklanjuti diskusi para ulama dengan pimpinan-pimpinan partai politik itu sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.