Maafkan Penyerangnya, Novel Baswedan: Saya Ingin Move On

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, 28 Mei 2018. Yudi Purnomo Harahap terpilih sebagai Ketua Wadah Pegawai KPK periode 2018-2020 menggantikan Novel. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, 28 Mei 2018. Yudi Purnomo Harahap terpilih sebagai Ketua Wadah Pegawai KPK periode 2018-2020 menggantikan Novel. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengatakan lebih dari satu tahun, ia belum pernah diberitahu polisi soal perkembangan kasus penyerangan yang menimpanya.

    Baca juga: Komnas HAM Punya Temuan Penting Penyerangan Novel Baswedan

    "Jadi kalau ditanya bagaimana perkembangan kasus penyerangan terhadap saya, saya bingung jawabnya gimana," kata Novel seusai acara diskusi publik "Mencari Capres Anti Korupsi" yang diadakan oleh Madrasah Anti Korupsi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Juli 2018.

    Novel Baswedan diserang setelah pulang dari salat subuh di dekat rumahnya pada 11 April 2017. Akibat serangan berupa siraman air keras ke wajahnya, hingga saat ini mata Novel Baswedan belum berfungsi sempurna.

    Menurut Novel Baswedan, pemerintah seharusnya memberi perlindungan kepada para petuga KPK. "Perlindungan yang terbaik pada pegawai KPK adalah dengan cara apabila dia diserang, penyerangnya diungkap," ujarnya.

    Baca juga: Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Muncul Kembali Karena Backing

    Pemerintah, menurut Novel, jangan sampai terlibat persekongkolan dengan pihak-pihak tertentu yang bertujuan merugikan rakyat. "Saya khawatir kemudian ada pihak-pihak yang karena jasa dan peranannya membuat presiden atau pemerintahan menjadi tidak berani untuk mengungkap. Saya kira kalau sudah seperti itu, kita mau berharap pada siapa lagi?" kata Novel.

    Novel pun berharap Presiden Jokowi bisa menggunakan waktu tersisa untuk merealisasikan janji mengungkap kasus penyerangan terhadapnya.

    "Tentunya mengungkapnya bukan setengah-setengah. Tapi harus dengan tuntas. Siapapun yang terlibat disitu (penyerangan terhadap anggota KPK) harus diungkap," katanya.

    Baca juga: Pengacara: Novel Baswedan Belum Dapat Kabar Penyelidikan Terbaru

    Lebih lanjut, Novel mengatakan bahwa dirinya telah memaafkan pelaku dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi terhadapnya. "Saya memaafkan pelaku dan mengikhlaskan ini semua karena, kalau anak muda bilang, saya ingin move on," kata dia.

    Novel Baswedan juga mengatakan jika kondisinya telah berangsur-angsur membaik, ia akan bekerja kembali sebagai penyidik senior KPK dengan semaksimal mungkin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.