Kapolri: Pelaku Teror di Polres Indramayu Anggota JAD

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Jihandak Brimob Polda Jabar melakukan pengamanan lokasi penemuan bahan peledak yang diduga dibuang tersangka penyerangan Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Ahad, 15 Juli 2018. Polisi berhasil mengamankan dua tersangka penyerangan tersebut. ANTARA/Dedhez Anggara.

    Tim Jihandak Brimob Polda Jabar melakukan pengamanan lokasi penemuan bahan peledak yang diduga dibuang tersangka penyerangan Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Ahad, 15 Juli 2018. Polisi berhasil mengamankan dua tersangka penyerangan tersebut. ANTARA/Dedhez Anggara.

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku teror yang menerobos dan melempar panci berisi bom di Polres Indramayu merupakan anggota dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

    "Yang kasus Indramayu itu (anggota) JAD," kata Tito di Mako Brimob, Kelapa Dua pada Senin, 16 Juli 2018.

    Baca: Baku Tembak Jalan Kaliurang, Jokowi: Terorisme Masih Ada

    Menurut Tito, terjadinya beberapa aksi teror seperti kasus penyerangan di Polres Indramayu dan baku tembak di Yogyakarta merupakan peluang bagi Polri untuk menindak para pelaku teror dan menelusuri keterlibatan orang lain atau kelompoknya.

    "Mereka melakukan tindak pidana itu membuka pintu bagi kami. Tadinya kami hanya bisa mengawasi (gerak-gerik pelaku). Tapi ketika mereka melakukan pelanggaran hukum, maka kami punya alasan untuk menangkap pelaku dan mengungkap jaringan pelaku," kata Tito.

    Baca: Dua Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penyerangan Polres Indramayu

    Kejadian serangan di Polres Indramayu terjadi pada Ahad dini hari kemarin dimana pasangan suami istri menerobos polres dan melempar panci berisi bom. Sedangkan pada Sabtu, 14 Juli lalu di Jalan Kali Urang, Yogyakarta, Densus 88 terlibat baku tembak dengan tiga orang terduga teroris. Mereka diduga terkait dengan jaringan teroris di Mlati, Sleman; serta Pleret dan Mrisi, Bantul, pada Rabu, 11 Juli 2018.

    Tito pun mengaku telah mengantongi peta jaringan teroris dan memerintahkan Densus 88 Antiteror Polri untuk gencar memburu para pelaku jaringan teror.

    Baca: Pasca-Bom Surabaya, Polri Telah Tangkap 200 Terduga Teroris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.