Senin, 23 Juli 2018

Eni Saragih Syok Akan Ditangkap KPK, Ini Saran Idrus Marham

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Idrus Marham bercerita bahwa Wakil Ketua Komisi Energi Eni Saragih syok ketika mendengar kabar Komisi Pemberantasan Korupsi akan menangkapnya di rumah dinas Menteri Sosial di Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018. Idrus mengatakan tim KPK datang ke rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Jumat.

    Idrus sendiri yang menerima tim dari KPK sekitar pukul 15.10. Tim, kata dia, menunjukkan surat penangkapan bertulisan nama Eni. Mengetahuinya, Idrus memberi saran untuk Eni yang sedang terpukul. "En, kamu harus ikut (KPK)," ujar Idrus bercerita di rumah dinasnya.

    Baca:
    Ini Harta Pejabat Komisi Energi Eni Saragih...
    Begini Kedekatan Eni Saragih dengan Menteri...

    Operasi tangkap tangan atau OTT KPK dilakukan saat pesta ulang tahun putra bungsu Idrus Marham. "Saya undang teman-teman sekolah anak. Pada saat yang sama juga hadir beberapa teman saya, termasuk Eni," kata Idrus.

    Idrus mengatakan Eni datang sekitar pukul 14.30. Selain itu, hadir beberapa orang Partai Golkar dan kawan Idrus lainnya berjumlah 10 sampai 15 orang. Mereka, kata Idrus, berbincang di ruang tamu, sedangkan dirinya pergi ke ruang kerja.

    Idrus mengaku mengantarkan Eni Maulani Saragih ke mobilnya dan dibawa ke KPK. "Saya belum tahu persis masalahnya," kata Idrus. Dalam OTT itu, KPK juga menyita uang senilai Rp 500 juta. KPK akan mengumumkan status hukum kasus ini setelah 24 jam.

    Baca:
    Profil Eni Saragih, Pimpinan Komisi 7 DPR yang...
    Kena OTT KPK, Anggota DPR Eni Saragih...

    Politikus Partai Golkar itu baru empat bulan menjabat Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat saat ditangkap KPK. Sejak awal, dia di Komisi VII yang membidangi energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup. Sempat dimutasi ke Komisi Pemerintahan pada 2015, Eni kembali ke Komisi Energi pada Maret 2018 dan didapuk sebagai wakil ketua komisi.

    Sebelum melenggang ke Senayan sebagai wakil daerah pemilihan Gresik dan Lamongan, Eni Saragih menjabat komisaris di dua perusahaan energi. Pada periode 2011-2014, ia menjadi komisaris PT Raya Energi Indonesia dan PT Nugas Trans Energi.

    M ROSSENO AJI | BUDIARTI UTAMI PUTRI | WIKIDPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.