Kena OTT KPK, Anggota DPR Eni Saragih Langsung Diperiksa Penyidik

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan bersama juru bicara KPK, Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. KPK meningkatkan kembali satu perkara penyidikan dengan tersangka Gubernur Jambi Zumi Zola, yang diduga menerima gratifikasi Rp 49 miliar dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait dengan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan bersama juru bicara KPK, Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. KPK meningkatkan kembali satu perkara penyidikan dengan tersangka Gubernur Jambi Zumi Zola, yang diduga menerima gratifikasi Rp 49 miliar dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait dengan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, Eni Saragih, yang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham, telah berada di gedung KPK. Eni ditangkap bersama delapan orang lainnya. Mereka kini sedang menjalani pemeriksaan.

    "Kesembilan orang tersebut sudah dibawa ke gedung KPK," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jumat, 13 Juli 2018.

    Baca juga: Benarkan Penangkapan Politikus, KPK: Bukan Idrus Marham, tapi...

    Febri mengatakan kesembilan orang itu tiba di gedung KPK sekitar pukul 16.00 untuk dilakukan pemeriksaan awal. Selain Eni, delapan orang lain yang ditangkap antara lain staf ahli, sopir, dan pihak swasta.

    Namun Febri belum mau merinci lebih detail hingga ada hasil pemeriksaan awal. "Saat ini saya belum bisa menyebutkan inisial, jabatan, dan suap terkait dengan perkara apa," katanya.

    Febri menuturkan, dalam OTT tersebut, KPK menduga ada transaksi antara pihak swasta dan penyelenggara negara terkait dengan kewenangan Komisi VII DPR. Menurut dia, OTT ini bermula dari laporan masyarakat.

    "Saat di-crosscheck ke lapangan ditemukan bukti-bukti telah terjadinya transaksi antara pihak swasta dan penyelenggara negara," ucapnya.

    Febri melanjutkan, dalam OTT tersebut, KPK menyita uang senilai Rp 500 juta. KPK pun akan mengumumkan status hukum kasus tersebut setelah 24 jam.

    Baca juga: OTT di Rumah Idrus Marham, KPK Sita Rp 500 Juta

    Eni Saragih dikabarkan ditangkap di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham di Jalan Widya Chandra, Jakarta. Menurut politikus Golkar, Maman Abdurrahman, penangkapan Eni dilakukan saat Wakil Ketua Komisi VII itu tengah menghadiri acara ulang tahun anak Idrus.

    Menurut Maman, petugas KPK datang menjemput Eni sambil menunjukkan surat perintah penyidikan. "Jadi perlu saya klarifikasi bahwa tidak ada OTT di rumah Mensos, namun lebih tepatnya KPK menjemput EMS di rumah Pak Mensos," tuturnya.

    Hingga berita ini diturunkan, kondisi rumah dinas Idrus tampak sepi. Beberapa wartawan tampak berada di luar rumah tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.