Hari Ini, Koalisi Umat Madani Bertemu Amien Rais Bahas Pilpres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eggi Sudjana. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Eggi Sudjana. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Deklarator Koalisi Umat Madani Eggi Sudjana mengatakan hari ini, mereka akan sowan ke politikus senior Amien Rais untuk bertanya langkah selanjutnya setelah mereka mendeklarasikan Amien sebagai calon presiden 2019. "Besok jam 10 pagi rencananya kami menanyakan lagi ke Pak Amien, ini sudah deklarasi, gimana lagi langkahnya," ujar Eggy Sudjana kepada Tempo, Ahad 1 Juli 2018.

    Eggy Sudjana sebelumnya mengklaim sudah meminta izin Amien Rais untuk mendeklarasikannya sebagai calon presiden di 2019 nanti. Eggi mengatakan, Amien sudah setuju dengan deklarasi tersebut.

    Simak: Amien Rais: Praktik Demokrasi di Indonesia Masih Diskriminatif

    "Posisinya kami yang meminta, tapi kami sudah sowan dulu. Lewat Pak Syarwan Hamid, Pak Amien menyatakan bersedia, walaupun tadinya enggak mau," kata Eggi kepada Tempo pada Ahad, 1 Juli 2018.

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais diminta 'turun gunung' menjadi penantang calon inkumben, Joko Widodo, dalam Pilpres 2019 nanti. Permintaan ini diungkapkan oleh Koalisi Umat Madani dalam Deklarasi Meminta dan Mengusung Amien Rais sebagai Calon Presiden RI 2019-2024.

    Ketua Koalisi Umat Madani Letnan Jenderal (purn) Syarwan Hamid menilai Amien Rais sebagai tokoh senior yang akan mempersatukan suara umat.

    "Kami meminta Bapak Amien Rais untuk segera 'turun gunung' guna memenuhi panggilan umat untuk dapat memainkan peran penting dan strategis menyelamatkan nasib bangsa," kata Syarwan dalam deklarasi pada Sabtu, 30 Juni 2018, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Ahad, 1 Juli 2018.

    Syarwan mengatakan, pilihan kepada Amien Rais bukan berarti tokoh oposisi lain tak layak menjadi calon presiden penantang Jokowi. Namun, kata dia, koalisi ingin proses penggalangan kekuatan tokoh oposisi berbasis umat dapat lebih dipermudah. "Guna segera terbentuknya Koalisi Keumatan, demi #2019GantiPresiden," ujarnya.

    Syarwan melanjutkan, KUM menyadari deklarasi tersebut berpotensi menimbulkan pro kontra bahkan dari kalangan Islam. Dia berharap deklarasi itu dapat mempersatukan oposisi, baik tokoh politik maupun ulama.

    Baca juga: Eggi Sudjana Berharap Prabowo - Amien Rais Berpasangan di Pilpres

    Syarwan mengajak oposisi untuk tidak mengedepankan perbedaan kecil, tetapi memperkuat esensi persamaan yakni musuh yang sama. Kata dia, kemenangan atau kekalahan dalam pemilihan presiden 2019 akan menjadi capaian mereka bersama.

    Menurut Syarwan pula, mereka tak dapat bertindak sendiri tanpa legitimasi dari ulama, tokoh politik, dan umat untuk menghadapi inkumben. "Hanya koalisi keumatan satu-satunya kekuatan yang paling memungkinkan kita memiliki basis kekuatan besar untuk dapat menumbangkan patron inkumben," kata Syarwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.