Minggu, 16 Desember 2018

Pengamat Sebut PAN Bermain Dua Kaki Menjelang Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Friski Riana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, 25 Juni 2018. Pertemuan tersebut membicarakan pilkada serentak, meminta TNI dan Polri netral dalam pilkada, sekaligus menjalin silaturahmi. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, 25 Juni 2018. Pertemuan tersebut membicarakan pilkada serentak, meminta TNI dan Polri netral dalam pilkada, sekaligus menjalin silaturahmi. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Jakarta - Pengamat politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menilai bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) sedang bermain dua kaki menjelang pemilihan presiden atau pilpres 2019. "Ini peran yang dimainkan PAN dari dulu," kata Pangi kepada Tempo, Ahad, 1 Juli 2018.

    Penilaian tersebut menanggapi pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebelumnya bahwa PAN akan menentukan koalisi pilpres saat injury time. Pangi menuturkan, PAN saat ini terkesan sebagai oposisi terhadap kubu Joko Widodo atau Jokowi, namun juga tidak mau terlihat melawan habis.

    Baca: Zulkifli Hasan: PAN Tentukan Koalisi Pilpres 2019 di Injury Time

    Melihat dari trennya, Pangi menuturkan bahwa PAN lebih dekat ke kubu Prabowo Subianto. Apalagi, kata dia, PAN akan sulit merapat ke kubu Jokowi karena keberadaan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang selalu berseberangan dengan Jokowi. "Bagaimana pun pemilik PAN, yang punya saham PAN itu Amien Rais, bukan Pak Zulkifli," ujarnya.

    Sejalan dengan trennya, Pangi melihat PAN juga condong menjadi oposisi. Tetapi, ada kemungkinan juga bahwa partai berlambang matahari putih itu sedang menjajaki koalisi di luar Jokowi dan Prabowo Subianto.

    PAN, menurut Pangi, memiliki peluang membentuk poros ketiga bersama Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa karena munculnya sentimen negatif terhadap Jokowi dan Prabowo. Sehingga, masyarakat dianggap menginginkan sosok yang baru dalam pilpres 2019. "Jadi bukan soal tidak ada prestasi, tapi soal kejenuhan saja. Mereka ingin yang baru. Nah itu peluangnya ada sama PAN untuk membentuk poros ketiga," kata dia.

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan sebelumnya menolak membeberkan arah koalisi partainya menjelang pemilihan presiden atau pilpres 2019. "Nanti kira-kira akhir Juli akan diumumkan," ujar Zulkifli saat ditemui Tempo di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Ahad, 1 Juli 2018.

    Baca: Zulkifli Hasan: PAN Umumkan Koalisi Pilpres 2019 Akhir Juli

    Zulkifli mengatakan partainya tak ingin terburu-buru. Keputusan mengenai calon presiden dan wakil presiden untuk pilpres 2019 masih dibicarakan dengan koalisi.

    Pilpres 2019 semakin dekat. Pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden akan dibuka pada 4-10 Agustus mendatang. Hingga saat ini, baru Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang sudah mendeklarasikan diri maju.

    Jokowi didukung oleh lima partai, yaitu PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura, untuk pilpres 2019. Sedangkan Prabowo didukung Partai Gerindra dan PKS. Tiga partai lainnya, yaitu PKB, Partai Demokrat, dan PAN, hingga kini belum menentukan koalisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".