Golkar Tetap Loyal Meski Airlangga Hartarto Bukan Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengusap wajahnya saat memantau secara langsung hasil hitung cepat (<i>quick count</i>) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. Airlangga mengatakan masih menunggu hasil penghitungan sah dari Komisi Pemilihan Umum. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengusap wajahnya saat memantau secara langsung hasil hitung cepat (quick count) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. Airlangga mengatakan masih menunggu hasil penghitungan sah dari Komisi Pemilihan Umum. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya tak akan mengubah arah dukungan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) meskipun ketua umumnya, Airlangga Hartarto, tak digandeng menjadi calon wakil presiden atau cawapres Jokowi.

    "Soal apakah akan ditetapkan sebagai cawapres lalu dukungan Golkar akan berubah, saya kira kami insya Allah tetap konsisten dukung Pak Jokowi," ujare Ace di Cikini, Jakarta, Sabtu, 30 Juni 2018.

    Baca: Airlangga Hartarto Bantah Coba Adu Domba Jokowi dan Megawati

    Ace menuturkan Golkar konsisten mendukung Jokowi di pilpres 2019. Arah dukungan itu, kata dia, telah ditetapkan dalam keputusan internal partai sejak lama. "Itu hasil dari Rapimnas dan Munas Golkar untuk mendukung Pak Jokowi," katanya.

    Ace berujar sebetulnya ada keinginan kuat kader Golkar mendukung Airlangga menjadi cawapres Jokowi. Namun, kata dia, hal ini tetap harus diputuskan dalam pembahasan bersama dengan partai koalisi pemerintahan lainnya. "Ini juga kami serahkan sepenuhnya ke Pak Jokowi," ucapnya.

    Simak: Berebut Posisi Cawapres, Koalisi Jokowi Dianggap Tak Akan Pecah

    Pada pertengahan April lalu Dewan Pakar Partai Golkar sepakat mengusung Airlangga Hartarto sebagai cawapres Jokowi. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menilai kesepakatan itu bisa berjalan jika Jokowi memang meminta calon pendampingnya dari Golkar.

    Ada sejumlah pertimbangan Golkar yang mendasari keputusan itu. Diantaranya adalah, posisi Airlangga yang saat ini menjadi menteri dalam kabinet Jokowi. Dengan duduk di kabinet,  Airlangga dinilai bisa menjalin komunikasi yang baik dengan Jokowi. Agung juga meyakini bila Jokowi dan Airlangga Hartarto berdampingan elektabilitas mereka meningkat.

    SYAFIUL HADI | HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.