Airlangga Hartarto Bantah Coba Adu Domba Jokowi dan Megawati

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono seusai pertemuan di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa, 17 April 2018. TEMPO

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono seusai pertemuan di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa, 17 April 2018. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membantah mencoba mengadu domba antara Presiden Jokowi Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Bantahan ini berkaitan dengan pernyataanya soal Pemilihan Gubernur Jawa Timur. 

    "Oh, tidak mungkin kami memecah-belah (Jokowi-Megawati)," kata Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018.

    Baca: Wasekjen PDIP Kritik Klaim Airlangga Soal Jokowi Dukung Khofifah

    Airlangga, sebelumnya, mengaku mendapat arahan khusus dari Jokowi untuk memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak di Pilgub Jawa Timur 2018. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kampanye akbar di Gelanggang Olahraga Bayuangga, Kota Probolinggo.

    Selain itu, Airlangga, yang juga menteri perindustrian ini, mengklaim bahwa pendapat Jokowi tidak didasarkan kesamaan partai politik pendukungnya. Menurut dia, pilihan Jokowi sesuai dengan hati dan kelayakan calon.

    Baca: Cerita Wasekjen PDIP Soal Jokowi Dukung Puti Guntur Soekarno

    Pernyataan Airlangga ini diprotes oleh Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah. Basarah menilai Airlangga mencoba mengadu domba antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jokowi.

    Dalam keterangan persnya Basarah menjelaskan bahwa ucapan Airlangga yang menyebut memilih calon gubernur tidak mesti atas persamaan partai memanas-manasi perasaan Megawati. "Apalagi Puti Guntur Soekarno adalah keponakan bu Mega dan cucu pertama Bung Karno," ucapnya.

    Basarah menuturkan pernyataan Airlangga yang menyebut Jokowi mendukung Khofifah karena telah mendukungnya dalam pemilihan presiden 2014 seolah menyampingkan PDIP. PDIP, kata dia, adalah partai utama pengusung Jokowi pada pilpres 2014.

    Baca: Khofifah-Emil Bisa Unggul Tipis di Jawa Timur Menurut Survei

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga membantah adanya arahan Jokowi kepada Airlangga terkait pemenangan pasangan Khofifah-Emil ini. "Itu sama sekali tidak benar, tidak pernah ada penugasan oleh presiden kepada siapapun karena presiden harus netral," kata Pramono mengklarifikasi hal ini di sela rapat terbatas di Kompleks Istana Presiden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.