Minggu, 19 Agustus 2018

Wasekjen Gerindra Keluar dari Partai, Gara-gara Fadli Zon?

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon, datang ke Kantor Kepolisian Resor Metro Jaya pada pukul 23.24 WIB untuk menjenguk koleganya, Ahmad Dhani. Dhani sampai saat ini sedang diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, Jakarta, 30 November 2017. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon, datang ke Kantor Kepolisian Resor Metro Jaya pada pukul 23.24 WIB untuk menjenguk koleganya, Ahmad Dhani. Dhani sampai saat ini sedang diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, Jakarta, 30 November 2017. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman menyatakan mundur alias keluar dari partai tersebut. Salah satu alasan adalah pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, yang dia anggap menghina anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Yahya Cholil Staquf.

    Fadli menyindir kegiatan Yahya ke Israel untuk menyampaikan kuliah umum dalam acara yang diselenggarakan The Israel Council on Foreign Relations sebagai perbuatan yang memalukan bangsa Indonesia. “Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pada perjuangan Palestina. #2019GantiPresiden,” demikian cuitan Fadli, yang dikutip dari akun Twitter-nya, @fadlizon.

    Baca juga: Wasekjen Gerindra Tuding Fadli Zon Hina Yahya Staquf

    “Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf, terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti presiden. Bagi santri, penghinaan pada kiai adalah tentang harga diri dan marwah,” ujar Nuruzzaman saat dihubungi Tempo pada Selasa malam, 12 Juni 2018.

    Beberapa alasan lain pengunduran dirinya dari Gerindra, menurut Nuruzzaman, antara lain Partai Gerindra sudah tidak sejalan lagi dengan jalan perjuangannya. “Gerindra ternyata belok menjadi sebuah kendaraan kepentingan, yang bukan lagi berkarakter pada kepedulian dan keberanian, tapi berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar kepentingan saja,” ucapnya.

    Baca juga: Istana dan PBNU Sebut Yahya Cholil ke Israel Sebagai Pribadi

    Nuruzzaman menjelaskan, pengunduran dirinya memang belum disampaikan secara resmi kepada partai. Namun dia sudah mantap menyatakan keluar dari Gerindra. “Setelah Lebaran akan saya sampaikan kepada partai,” ujar Nuruzzaman, yang saat ini sedang berada di Cirebon.

    Atas dasar itu, Nuruzzaman memutuskan mundur dari Gerindra dan menyatakan akan melakukan perlawanan terhadap partai dan elite partai tersebut. Namun dia mengatakan belum mengambil langkah akan pindah ke partai lain atau tidak serta menjadi kader partai politik lagi. “Saya masih mikir-mikir,” ucapnya.

    Baca juga: Jadi Pembicara di Israel, Gus Yahya Akan Bela Palestina

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menuturkan belum pernah mendengar pengunduran diri Nuruzsaman secara langsung. Pengunduran diri secara resmi kepada partai pun, kata dia, memang belum dilakukan.

    “Saya baru dengar kabar pengunduran diri beliau dari media sosial saja barusan,” tuturnya saat dikonfirmasi. Sementara itu, mengenai berbagai tudingan dan alasan pengunduran diri yang diungkapkan Nuruzzaman tidak ditanggapi Dasco.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.