Jadi Pembicara di Israel, Gus Yahya Akan Bela Palestina

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan juru bicara (Jubir) Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yahya Cholil Staquf menyapa para undangan usai dilantik menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018. TEMPO/Subekti.

    Mantan juru bicara (Jubir) Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yahya Cholil Staquf menyapa para undangan usai dilantik menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya akan membela Palestina pada acara kuliah umum dan diskusi yang diselenggarakan di Israel. Gus Yahya diundang sebagai pembicara dalam diskusi.

    "Beliau akan menegaskan bahwa Palestina adalah negara berdaulat yang harus dihormati seluruh negara," kata Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 9 Juni 2018.

    Baca: Israel Menunda Larangan Masuk WNI sampai 27 Juni 2018

    Selain itu, Helmy mengatakan Gus Yahya akan menyampaikan pesan bahwa masalah Palestina bukan sekedar masalah agama tapi juga masalah kemanusiaan. "Jadi poinnya dua itu. Itu satu bentuk diplomasi yang akan langsung disampaikan ke mereka (Israel)," kata dia.

    Foto undangan kuliah umum yang diselenggarakan The Israel Council on Foreign Relations menjadi viral di media sosial. Foto undangan tersebut diunggah jurnalis Israel @simonarann di Twitter.

    Baca: Jadi Anggota Tidak Tetap PBB, Indonesia Perjuangkan Palestina

    Undangan itu menyebut Gus Yahya akan menjadi pemateri kuliah bertema Shifting the Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation. Acara tersebut akan dihelat di The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem, pada 13 Juni 2018.

    Helmy mengatakan Gus Yahya hadir dalam acara tersebut bukan mewakili organisasi PBNU, melainkan atas nama pribadi. Helmy mengatakan tidak ada kerjasama antara lembaganya dengan Israel. "Gus Yahya jadi pembicara atas nama pribadi. Tidak ada kerjasama dengan PBNU," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.