Polri Minta Info Polres Kotabaru Soal Kematian Muhammad Yusuf

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Muhammad Yusuf wartawan yang meninggal di LP Kotabaru saat persidangan, pada 6 juni 2018. Foto: tim pengacara M Yusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar (Mabes) Polri tengah bekerja sama dengan Kapolres Kota Baru guna mengusut tewasnya Wartawan Kemajuan Rakyat, Muhammad Yusuf alias Usuf, 42 tahun, ketika diterungku di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru, Kalimantan Selatan pada Minggu sore, 10 Juni 2018.

"Saya sedang minta informasi lanjutan dari teman teman di Kalsel. Mohon waktu," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Juni 2018.

Muhammad Yusuf sudah 15 hari menghuni Lapas Kotabaru. Ia dijebloskan ke penjara karena menulis berita tentang PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM)—perusahaan perkebunan sawit milik Syamsudin Andi Arsyad (Haji Isam) di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru. PT MSAM menilai berita itu provokatif dan merugikan perusahaan, sehingga melaporkannya ke polisi.

Baca juga: Dewan Pers Cek Kasus Pidana Wartawan yang Ditahan di Kotabaru

Yusuf dijerat pasal pencemaran nama baik dan ujaran kebencian seperti diatur dalam Pasal 45 A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Adapun ancamanannya pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Kotabaru Ajun Komisaris Besar Suhasto mengaku polisi sudah berkonsultasi dengan Dewan Pers saat menerima pengaduan dari MSAM terkait dengan pemberitaan Yusuf. Konsultasi polisi ke Dewan Pers atas dasar nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

Menurut Suhasto, Yusuf menulis berita yang menyudutkan dan cenderung provokatif untuk membenturkan masyarakat dan MSAM. Selain itu, dia mengatakan Yusuf kerap menghindar ketika pihak pelapor ingin mengklarifikasi pemberitaan.

Muhammad Yusuf meninggal di RSUD Kotabaru, setelah sempat mengeluh sesak nafas dan sakit dada disertai muntah-muntah sekitar pukul 14.00 WITA di Lapas Kotabaru. Begitu tahu Usuf kesakitan, petugas lapas segera mengirim Usuf ke UGD RSUD Kotabaru untuk menerima tindakan medis.

Baca juga: Dewan Pers Minta Kematian Wartawan di Kotabaru Diusut Transparan

Tapi, nyawa Muhammad Yusuf tak tertolong meski sudah dilakukan tindakan medis. “Saudara Yusuf dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.30 WITA di RSUD Kotabaru,” kata AKBP Suhasto lewat siaran pers kepada Tempo, Minggu malam, 10 Juni 2018.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan pihaknya akan memeriksa produk jurnalistik yang dibuat media tempat Yusuf bekerja. Ia menuturkan, bila berita yang dibuat Yusuf tidak tergolong sebagai produk jurnalistik, hal itu memang bukan kewenangan Dewan Pers.

Yosep hanya bisa memastikan media tempat Yusuf bekerja, Kemajuan Rakyat, tidak pernah terdaftar sebagai media terverifikasi oleh Dewan Pers. “Hal itu bisa saya pastikan, tapi kami harus cek dulu status produk jurnalistiknya,” tutur dia.






Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

2 hari lalu

Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

Dua orang wartawan diduga dianiaya dan disekap oleh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Karawang


Hafisz Tohir Menilai KWP Punya Andil Besar Sukseskan P20

12 hari lalu

Hafisz Tohir Menilai KWP Punya Andil Besar Sukseskan P20

Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) harus mengambil peranan untuk menyukseskan acara P20. #InfoTempo


Dimyati Natakusumah Apresiasi Sosialisasi P20 Kepada KWP

12 hari lalu

Dimyati Natakusumah Apresiasi Sosialisasi P20 Kepada KWP

Dimyati berharap, para wartawan yang tergabung dalam KWP makin paham akan urgensi P20. #InfoTempo


Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Cijeruk, Wartawan Diduga Dilarang Meliput

13 hari lalu

Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Cijeruk, Wartawan Diduga Dilarang Meliput

Warga Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mengeluhkan pelayanan Puskesmas Cijeruk. Jumlah tenaga medis tidak berbanding seimbang dengan pasien


Bamsoet: Apa yang Saya Capai Bukan Tiba-tiba dari Langit

17 hari lalu

Bamsoet: Apa yang Saya Capai Bukan Tiba-tiba dari Langit

Semasa kuliah Bamsoet menjual berbagai kebutuhan pokok, seperti sayur, bawang merah dan telor di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta


Tersangka Penyerang Wartawan Reuters saat Kerusuhan di US Capitol Disidang

19 hari lalu

Tersangka Penyerang Wartawan Reuters saat Kerusuhan di US Capitol Disidang

Woods menyatakan bersalah menyerang wartawan saat kerusuhan di gedung US Capitol.


Wartawan Hong Kong Diintimidasi Polisi

20 hari lalu

Wartawan Hong Kong Diintimidasi Polisi

IFJ menyerukan agar wartawan asal Hong Kong Ronson Chan dibebaskan dari segala tuduhan.


Investigasi Mengungkap Shireen Abu Akleh Tak Sengaja Tertembak Tentara Israel

24 hari lalu

Investigasi Mengungkap Shireen Abu Akleh Tak Sengaja Tertembak Tentara Israel

Shireen Abu Akleh tewas karena terkena tembakan tentara Israel yang tak sengaja menembaknya, padahal tembakan hendak diarahkan ke militan Palestina.


Polda Metro Minta Maaf Karena Anggota Polsek Kembangan Suruh Wartawan Wawancara Pohon

27 hari lalu

Polda Metro Minta Maaf Karena Anggota Polsek Kembangan Suruh Wartawan Wawancara Pohon

Polda Metro Jaya meminta maaf atas sikap anggota Polsek Kembangan menyuruh wartawan wawancara dengan pohon.


Polisi yang Suruh Wartawan Bicara dengan Pohon Dihukum Sesuai Instruksi Propam

27 hari lalu

Polisi yang Suruh Wartawan Bicara dengan Pohon Dihukum Sesuai Instruksi Propam

Seorang anggota polisi di Polsek Kembangan, Jakarta Barat, diduga melarang wartawan masuk dan menyuruhnya bicara dengan pohon