Survei: Muhaimin Iskandar Tak Unggul Sebagai Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar ziarah ke makam wali dan raja- raja Demak, Jawa Tengah, Jumat, 1 Juni 2018. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar ziarah ke makam wali dan raja- raja Demak, Jawa Tengah, Jumat, 1 Juni 2018. (dok MPR RI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar tidak menempati peringkat teratas dalam survei calon wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi di Pulau Jawa. Dalam rilis survei yang digelar Charta Politika, di Jakarta, Rabu 6 Juni 2018, nama Muhaimin Iskandar hanya meraup suara 3,3 persen di Provinsi Banten.

    Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjelaskan Muhaimin berada di bawah nama-nama yang lebih unggul yaitu Gatot Nurmantyo dengan 5,5 persen; Anies Baswedan 5,4 persen; dan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dengan 3,8 persen.

    Baca juga: Muhaimin Klaim Koalisi Jokowi Tolak Cawapres dari Profesional

    Muhaimin Iskandar selama ini diketahui getol mengkampanyekan diri sebagai calon wakil presiden Jokowi. Ia bahkan telah membuka banyak posko Jokowi-Muhaimin atau Join di berbagai daerah. Muhaimin Iskandar bahkan menyatakan Jokowi akan rugi jika tak memilihnya sebagai calon wakil presiden.

    Baca juga: Muhaimin Iskandar Khawatir Jokowi Kalah di Pilpres 2019

    "Ya rugi pasti, dari dulu sudah saya omongkan, sangat rugi," ujar Muhaimin Iskandar seperti dikutip Antara saat mengunjungi kantor PWNU Jabar, di Jalan Terusan Galunggung, Kota Bandung, Ahad 3 Juni 2018.

    Menurut dia, apabila Jokowi bersanding dengannya, maka kesempatan memenangi Pilpres 2019 akan semakin besar. Hal ini didasarkan pada jumlah anggota Nahdlatul Ulama (NU) yang besar serta solid.

    Baca juga: Zulkifli Hasan Doakan Muhaimin Iskandar Jadi Wapres

    Namun di lumbung suara NU di Jawa Timur, dalam survei yang digelar Charta Politika itu, Yunarto menambahkan nama Muhaimin Iskandar juga tak moncer sebagai calon wakil presiden Jokowi.

    Sebanyak 6,6 persen suara memilih Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Jokowi. Berdasarkan survei itu, responden di Jawa Timur lebih banyak memilih Gatot Nurmantyo sebagai cawapres Jokowi yaitu 8,9 persen.

    Di bawahnya ada nama AHY 7,7 persen. Disusul Muhaimin, kemudian Mahfud MD 5,2 persen, dan Anies Baswedan 4,5 persen.

    Baca juga: Pengamat: Agak Berat Muhaimin Iskandar Bakal Dipilih Jokowi

    Adapun di Jawa Barat, nama Muhaimin Iskandar tak masuk dalam lima besar sebagai calon wakil presiden Jokowi. Di provinsi ini, Gatot Nurmantyo menempati peringkat pertama sebagai cawapres Jokowi yakni 10,9 persen suara. Lalu AHY 8,1 persen dan Menteri Susi 3,8 persen suara, setara dengan Anies 3,8 persen. Lantas ada calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meraih 2,3 persen suara.

    Nama Muhaimin Iskandar masuk dalam lima besar cawapres Jokowi di Jawa Tengah. Ia berada di bawah Anies Baswedan yang meraih 5,2 persen suara responden. Di atas Anies ada nama Mahfud MD dengan 6,3 persen suara. Dan nomor satu masih dipegang oleh Gatot Nurmantyo.

    Survei yang diadakan pada 23-29 Mei 2018 ini mewawancarai warga di masing-masing daerah secara acak yakni Banten 800 responden dengan margin of error 3,46 persen, Jawa Barat 1.200 responden, Jawa Tengah 1.200, serta Jawa Timur 1.200 orang. Jabar, Jateng, dan Jatim masing-masing memiliki margin of error 2,83 persen. Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95 persen. "Survei di Banten dilakukan terhadap 800 responden," kata Yunarto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.