Didukung NU, Muhaimin Iskandar Percaya Diri Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar di Kuningan, Jawa Barat, Kamis, 31 Mei 2018.

    Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar di Kuningan, Jawa Barat, Kamis, 31 Mei 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku semakin percaya diri untuk maju dalam bursa calon wakil presiden dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019. Hal ini seiring dengan adanya dukungan dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj.

    "Tentu sangat pede (percaya diri), Kiai Said Aqil mendukung, para ulama, semua aktivis NU mendukung," ujar Cak Imin dalam acara buka puasa bersama yang diselenggarakan organisasi sayap PKB, Perempuan Bangsa, di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKB, Jakarta, Senin, 5 Juni 2018.

    Baca: PBNU Dukung Jokowi jika Pilih Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres

    Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menyatakan bakal mendukung Joko Widodo dalam pilpres 2019. Dukungan itu bukan tanpa syarat. Jokowi diminta menggandeng Muhaimin sebagai calon wakil presiden.

    Muhaimin menuturkan dukungan dan dorongan warga Nahdlatul Ulama membuatnya percaya diri mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden. Menurut dia, dukungan tersebut merupakan amanat yang mesti diperjuangkan. "Yang namanya didukung tentu itu adalah amanat dan harus diperjuangkan," katanya.

    Baca: Pengamat: Agak Berat Muhaimin Iskandar Bakal Dipilih Jokowi

    Meski begitu, Muhaimin Iskandar menekankan, pembahasan cawapres Jokowi untuk pilpres 2019 akan dilakukan bersama partai pendukung seusai pemilihan kepala daerah pada 27 Juni 2018. Dalam acara buka puasa Perempuan Bangsa, hadir juga relawan Jokowi-Muhaimin atau Join.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.