KPK: Tak Ada Kepala Daerah yang Ditangkap di OTT Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 7 Februari 2018. KPK secara resmi menetapkan anggota DPR dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang sebesar Rp. 20 miliar terkait kasus suap proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 7 Februari 2018. KPK secara resmi menetapkan anggota DPR dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang sebesar Rp. 20 miliar terkait kasus suap proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah memastikan tidak ada kepala daerah yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di dua daerah di Jawa Timur pada Rabu sore dan malam, 6 Juni 2018.

    “Yang diamankan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, pihak swasta, dan pihak yang berada di lokasi  untuk dimintai keterangan,” ujar Febri saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.

    Simak: KPK Sebut OTT Bupati Purbalingga Terkait Fee Proyek Pembangunan

    Dari hasil pantauan Tempo di kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tulungagung, KPK telah menyegel tempat itu. Kantor itu saat ini terlihat sepi dengan posisi pintu gedung depan terkunci. Tidak tampak aparat keamanan sama sekali hingga malam ini.

    Sementara itu dari pantauan di rumah pribadi Bupati Tulungagung non aktif Syahri Mulyo di Kecamatan Ngantru Tulungagung. Rumah yang sekaligus menjadi posko tim pemenangan Syahri Mulyo dan pasangannya Maryoto Bhirowo juga tak menunjukkan keberadaan aparat kepolisian maupun penyidik KPK. Rumah itu masih terlihat ramai oleh aktivitas relawan dan tim sukses yang bekerja mempersiapkan pemilihan kepala daerah tanggal 27 Juni mendatang.

    Simak: OTT, KPK Tangkap Bupati Purbalingga

    Lebih lanjut, Febri mengatakan tim telah mengamankan dua dus uang dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang ditaksir jumlahnya mencapai Rp 2 miliar dari OTT itu. Uang itu diduga berhubungan dengan proyek-proyek infrastruktur jalan di dua daerah tersebut.

    Baca: KPK Periksa Bupati Halmahera Timur Tersangka Suap PUPR

    “Ada beberapa proyek peningkatan jalan dan proyek sekolah . Tapi ini akan didalami lebih lanjut,” ujar Febri.

    Hingga saat ini Febri belum memberi penjelasan lebih lanjut soal identitas kelima orang tersebut. Selain itu, dia mengatakan OTT diadakan secara pararel di dua daerah di Jawa Timur dan belum diketahui apakah ada keterkaitan kasus antara kedua OTT itu.

    Baca: KPK: Bupati Purbalingga Tersangka Suap Proyek Islamic Center

    Febri menambahkan saat ini Tim Penindakan KPK masih memeriksa kelima orang tersebut. Hingga saat ini belum dipastikan membawa mereka ke KPK.

    M JULNIS FIRMANSYAH l HARI TRI WASONO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.