PA 212 Rekomendasikan Lima Nama Kandidat Capres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maa'rif usai acara deklarasi  Gerakan Salat Subuh Berjamaah sekaligus memperingati gerakan Aksi Bela Islam 411 di Masjid Jami Al-Ma'mur di Tanah Abang, Jakarta Pusat, 5 November 2017. Tempo/Dias Prasongko

    Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maa'rif usai acara deklarasi Gerakan Salat Subuh Berjamaah sekaligus memperingati gerakan Aksi Bela Islam 411 di Masjid Jami Al-Ma'mur di Tanah Abang, Jakarta Pusat, 5 November 2017. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil rapat koordinasi nasional Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menghasilkan sejumlah keputusan. Diantaranya adalah menyatakan dukungan kepada Rizieq Shihab untuk maju sebagai calon presiden 2019 dan merekomendasikan sejumlah nama lainnya sebagai kandidat.

    "Selain sepenuhnya memperjuangkan Rizieq Shihab sebagai calon presiden, PA 212 juga merekomendasikan beberapa namanya lainnya," ujar Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif di Cibubur pada Selasa, 29 Mei 2018.

    Baca: Tim Ulama PA 212 Minta Polisi Hentikan Semua Kasus Rizieq Shihab

    Adapun capres yang direkomendasikan PA 212 adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan.

    Slamet mengatakan nama tersebut disaring berdasarkan kriteria capres yang telah disepakati dalam rakornas. Kriteria tersebut antara lain beragama islam, berintegritas, berkomitmen pada Pancasila dan menjaga kesatuan NKRI serta tidak termasuk dalam aliran sesat dan paham komunis.

    Baca: Rakornas PA 212, Rizieq Shihab Didukung Jadi Capres

    Berdasarkan hasil rakornas, lima nama tersebut mengerucut dari 10 nama. Nama tokoh lain yang muncul adalah tokoh reformasi Amien Rais, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo, Gubernur DKI Jakarta Aneis Baswedan dan Presiden Joko Widodo.

    Menurut anggota PA 212, Eggi Sudjana, nama Jokowi memang ada muncul dalam rakornas, namun gugur karena perserta sepakat bahwa 2019 harus ganti presiden. "Kalau ganti, berarti bukan Jokowi dong," ujarnya.

    Baca: Presiden Jokowi Ungkap Alasannya Terima PA 212


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.