Pertemuan AHY dan Sandiaga Buka Peluang Koalisi Gerindra-Demokrat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilkada DKI Jakarta memunculkan sosok baru di panggung politik tanah air, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Meski akhirnya kalah, ia tercatat dalam beberapa survey termasuk tokoh yang bisa menjadi calon wakil presiden. Sementara Prabowo SubiantoKetua Umum Partai Gerindra masih menjadi tokoh kunci dalam dunia politik Indonesia. Dalam beberapa survey nama Prabowo juga masih menjadi pesaing kuat Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pilkada DKI Jakarta memunculkan sosok baru di panggung politik tanah air, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Meski akhirnya kalah, ia tercatat dalam beberapa survey termasuk tokoh yang bisa menjadi calon wakil presiden. Sementara Prabowo SubiantoKetua Umum Partai Gerindra masih menjadi tokoh kunci dalam dunia politik Indonesia. Dalam beberapa survey nama Prabowo juga masih menjadi pesaing kuat Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Media dan Hubungan Masyarakat Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Putu Supadma Rudana membenarkan pertemuan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno pada Jumat malam, 18 Mei 2018. Pertemuan itu disebut membuka peluang koalisi kedua partai itu pada pemilihan presiden 2019.

    "Pertemuan kedua tokoh muda tersebut untuk menjajaki kerja sama pada pemilu presiden 2019. Komunikasi politik dua pemimpin muda ini sangat penting," kata Putu, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 19 Mei 2018.

    Baca: Survei RTK: AHY, Gatot, dan Anies Pilihan Cawapres 2019 Teratas

    Sampai saat ini, Gerindra baru menyatakan koalisi dengan PKS dan akan mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden. Namun belum ada keputusan mengenai pendamping Prabowo. Sedangkan Demokrat belum menentukan arah koalisinya tapi mendorong AHY sebagai salah satu kandidat di pilpres.

    Menurut Putu, komunikasi yang dijalin kedua tokoh muda itu ditujukan untuk membuka kemungkinan kedua partai tersebut berkoalisi. AHY dinilai mempunyai elektabilitas tinggi untuk menjadi capres ataupun cawapres.

    Putu mengatakan, saat ini, di Indonesia lebih dari 50 persen merupakan generasi milenial, dan AHY merupakan pemimpin muda yang selalu disambut antusias oleh generasi milenial saat melakukan safari politik di semua kota di Indonesia. "Tentu saja pertemuan dengan Sandi ini merupakan peluang awal untuk bekerja sama," ujarnya.

    Baca: Gerindra Disebut Kekurangan Logistik, Hashim: Itu Fitnah Lawan

    Meskipun AHY berusia muda, kata Putu, bukan berarti penghalang untuk menjadi pemimpin sebuah negara. Ia mengatakan semakin banyak pemimpin muda yang mumpuni hadir di tengah masyarakat dunia, seperti Emmanuel Macron yang menjadi Presiden Prancis di usia 39 tahun. "Lalu Juri Ratas yang menjadi Perdana Menteri Estonia umur 38 tahun pada 2016, Sebastian Kurz menjadi PM Austria usia 31 tahun, Justin Trudeau PM Kanada, dan banyak lagi," katanya.

    Sementara itu, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, menyebut pertemuan dua tokoh itu merupakan langkah yang baik. "Kan dari awal kami sampaikan bahwa kami bersama PKS terus membuka diri berkomunikasi dengan berbagai parpol yang memang berkeinginan mengubah nasib bangsa jauh jadi lebih baik," tuturnya.

    Andre menuturkan AHY merupakan satu dari 15 nama cawapres Prabowo yang masuk di radar Gerindra. Menurut dia, peluang AHY untuk menjadi cawapres mendampingi Prabowo pun masih terbuka.

    Baca: Survei RTK: Elektabilitas Jokowi Teratas, Prabowo dan AHY Buntuti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.