Polisi Duga Tahanan Mako Brimob Live Instagram Pakai HP Rampasan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota polisi Brimob berjaga usai melakukan penanggulangan penyanderaan dan kerusuhan di Mako Brimob, Depok, 10 Mei 2018. Kepolisian Brimob melakukan penanggulangan dengan melakukan pendekatan lunak. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah anggota polisi Brimob berjaga usai melakukan penanggulangan penyanderaan dan kerusuhan di Mako Brimob, Depok, 10 Mei 2018. Kepolisian Brimob melakukan penanggulangan dengan melakukan pendekatan lunak. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada saat terjadi kerusuhan di Rumah Tahanan Cabang Salembang di Kompleks Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, para tahanan sempat live Instagram. Kepolisian menduga mereka mendapatkan telepon seluler itu dengan cara merampas dari petugas ketika terjadi kerusuhan.

    "Mereka diduga merampas handphone dari petugas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Mohamad Iqbal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis, 10 Mei 2018.

    Baca: Kerusuhan Mako Brimob, Jokowi: Rakyat Tidak Pernah Takut

    Sebelumnya, para tahanan sempat live Instagram saat insiden kerusuhan antara tahanan dan petugas di rutan Mako Brimob, pada Selasa malam, 8 Mei 2018. Dalam video yang diunggah ke Instagram oleh akun @sem_maliik87, tampak seorang pria yang diduga salah satu tahanan tengah berbicara.

    Kepolisian sebelumnya mengatakan akan mengusut bagaimana para tahanan bisa melakukan live Instagram dari dalam rutan. Sebab, polisi menyatakan tahanan dilarang membawa apalagi menggunakan telepon selular.

    Insiden di Mako Brimob berawal dari keributan antara tahanan kasus terorisme dan petugas kepolisian. Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, keributan berawal dari seorang tahanan di Blok C bernama Wawan Kurniawan yang marah karena petugas tidak kunjung memberikan makanan yang dititipkan keluarga kepadanya.

    Baca: Rusuh Mako Brimob, Wiranto: Tidak Ada Negosiasi, Tapi Ultimatum

    Keributan yang dibuat Iwan kemudian memicu kemarahan napi lainnya. Para napi kemudian menyerang sepuluh petugas yang sedang berpatroli dan merebut senjata mereka.

    Akibat kejadian ini lima anggota polisi dan satu narapidana tewas. Sedangkan satu polisi Bripka Iwan Sarjana yang sempat disandera berhasil dibebaskan lewat jalur negosiasi.

    Para narapidana akhirnya menyerah tanpa syarat pagi tadi setelah polisi memberikan ultimatum. Tiga tembakan pukul 07.15 menandai berakhirnya operasi menangani kerusuhan yang telah berlangsung selama 36 jam di Rumah Tahanan Salemba Cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

    Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan tak ada negosiasi antara petugas keamanan dan narapidana dalam penanganan kerusuhan di Mako Brimob. "Karena sudah menyerah, ini proses penanggulangan," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?