Kunjungi Mabes TNI, Jokowi dan Sultan Brunei Berseragam Militer

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan Sultan Hassanal Bolkiah mengenakan seragam militer berfoto bersama jajaran pejabat TNI di depan Gedung Soedirman, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 3 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo dan Sultan Hassanal Bolkiah mengenakan seragam militer berfoto bersama jajaran pejabat TNI di depan Gedung Soedirman, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 3 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mengunjungi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia di Cilangkap, Jakarta Timur. Keduanya datang dengan mengenakan seragam militer khas negara masing-masing.

    Jokowi yang tiba terlebih dahulu menyambut Hassanal Bolkiah di depan Gedung Soedirman, Mabes TNI. Ia mengenakan seragam militer lengkap dengan brevet kehormatan, baret hitam Mabes TNI, dengan logo garuda di pundaknya.

    Baca: Sultan Brunei Akan Tanding Badminton Lawan Wiranto

    Adapun Hassanal Bolkiah mengenakan seragam militer Brunei berwarna hijau dengan baret merah.

    Sebelumnya kedua pemimpin negara ini bertemu di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis tadi. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kunjungan Hassanal Bolkiah ke Mabes TNI lantaran Brunei tertarik membeli senjata dan kendaraan militer dari Indonesia.

    "Ada ketertarikan dari Brunei untuk membeli kendaraan tempur dari Indonesia dan juga persenjataan produksi PT Pindad. Oleh karena itu, nanti di Mabes akan ada beberapa pameran yang akan ditinjau oleh sultan dan presiden," ucap Retno di Bogor, Kamis, 3 Mei 2018.

    Baca: Jokowi dan Sultan Brunei Bahas Nilai Perdagangan yang Menurun

    Selain melihat pameran persenjataan, Hassanal Bolkiah dijadwalkan akan bertanding badminton dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

    Dalam pertemuan di Istana Bogor, Jokowi dan Hassanal Bolkiah berdiskusi soal nilai perdagangan kedua negara yang menurun. Keduanya sepakat untuk mencari cara untuk mengatasinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.