Dua Rencana Skenario Fredrich Yunadi untuk Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto, memberikan keterangan sebagai saksi kunci dalam sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 27 April 2018. Jaksa Penuntut Umum KPK menyangka Bimanesh Sutarjo telah merekayasa rekam medis Setya Novanto. TEMPO/Imam Sukamto

    Setya Novanto, memberikan keterangan sebagai saksi kunci dalam sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 27 April 2018. Jaksa Penuntut Umum KPK menyangka Bimanesh Sutarjo telah merekayasa rekam medis Setya Novanto. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Persidangan kasus perintangan penyidikan Setya Novanto telah mengungkap sejumlah fakta. Salah satunya mengenai perencanaan skenario guna menghindari proses hukum yang sempat dirancang Fredrich Yunadi untuk Setya Novanto.

    Skenario pertama adalah Fredrich membuat Setya Novanto seolah mengalami kecelakaan untuk menghindarkannya dari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi. Hal tersebut diungkapkan oleh Bimanesh yang ditelepon oleh Fredrich guna menyampaikan permintaan itu.

    "'Dok, skenarionya kecelakaan.' Saya bingung waktu itu,” kata Bimanesh saat bersaksi dalam persidangan Fredrich pada Kamis, 19 April lalu.

    Baca: Seperti Apa Skenario Pura-pura Gila untuk Setya Novanto

    Akhirnya, Setya pun masuk ke Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, karena peristiwa kecelakaan yang dialaminya pada 16 November 2017. Mobil yang ditumpangi Setya menabrak tiang listrik. Peristiwa itu cukup membuat kehebohan sebab saat itu Setya sedang dicari oleh KPK.

    Fredrich yang kala itu masih menjadi pengacara Setya, langsung mendampingi kliennya di rumah sakit. Ia menjelaskan berbagai hal mengenai kecelakaan yang dialami Setya, termasuk soal luka berdarah-darah dan memar sebesar bakpao pada dahi Setya.

    Dalam upaya skenarionya itu, dari kesaksian dalam sidang, Fredrich pun sempat menemui dokter RS Medika, yaitu dokter jaga Michael Chia Cahaya untuk meminta dibuatkan surat perintah rawat inap. Ia juga menemui dokter Alia guna menyiapkan ruang VIP untuk Setya. Surat rawat inap untuk Setya ditandatangani oleh Bimanesh.

    Baca: 5 Bantahan Setya Novanto dalam Sidang Bimanesh Sutarjo

    Belum selesai sampai di situ, Fredrich kemudian diketahui sempat berencana membuat skenario pura-pura gila untuk kliennya itu. Hal tersebut terekam dalam percakapan antara Fredrich dan seseorang bernama Victor.

    "Pak Setnov selama ini kan dibilang orang berpura-pura (sakit). Kalau mau, ada temen saya, dia jago bikin orang jadi gila di sidang. Nanti habis itu cabut lagi dia gilanya. Ada di Bangka nih," kata Viktor kepada Fredrich dalam rekaman yang diputar jaksa pada persidangan Jumat, 27 April lalu.

    Dapat penawaran itu, Fredrich hanya pasif mendengarkan. Namun, Viktor terus berusaha meyakinkan Fredrich. "Kemarin itu saya bilang ke orangnya 'Kamu benar yakin?' Dia bilang yakin nanti saya kirim hantu gunung. Nanti diperiksa pasti gila. Di Bangka itu buktinya," kata Victor.

    Baca: Setya Novanto Bantah Perintahkan Fredrich Pesan Kamar di RS

    Setelah memutar rekaman, jaksa KPK bertanya apakah Setya mengenali suara tersebut. Setya menjawab tidak terlalu mengenal suara itu. Dia berkata jika Fredrich yang menelepon, suara kumisnya pasti kedengaran. "Kalau ditelepon kan kumisnya kedengaran," kata Setya Novanto.

    Hingga saat ini, baik Fredrich dan Bimanesh masih menjalani persidangan atas kasus perintangan penyidikan yang menjeratnya. Keduanya dianggap telah bersekongkol merekayasa kecelakaan dan rekam medis Setya Novanto untuk menghindarkannya dari pemeriksaan KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.