Setya Novanto Bantah Perintahkan Fredrich Pesan Kamar di RS

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa mantan ketua DPR, Setya Novanto, menghadiri sidang dengan terdakwa Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 27 April 2018. Setya memberikan keterangan sebagai saksi kunci dalam kasus merintangi penyidikan. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa mantan ketua DPR, Setya Novanto, menghadiri sidang dengan terdakwa Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 27 April 2018. Setya memberikan keterangan sebagai saksi kunci dalam kasus merintangi penyidikan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tervonis kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto mengaku dirinya dalam keadaan sehat dan bugar sebelum kecelakaan menimpanya di kawasan Permata Hijau pada 16 November 2017. Dia juga mengatakan tidak punya rencana dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

    "Saya dalam keadaan sehat. Saya hanya terus berpikir yang harus saya lakukan agar kasus saya bisa selesai dengan baik," kata Setya saat bersaksi dalam sidang Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Jumat, 27 April 2018.

    Dalam persidangan sebelumnya, dua saksi dari RS Medika Permata Hijau menyatakan mantan pengacara Setya, Fredrich Yunadi dibantu Bimanesh telah memesan kamar rawat di RS Medika sejak pukul 11.00 atau beberapa jam sebelum kecelakaan terjadi pada pukul 18.35.

    Baca: Saat Setya Novanto Bicara Soal Keadilan yang Sudah Tak Ada

    Mantan pelaksana tugas Manajer Pelayanan Medis RS Medika Alia Shahab mengaku Bimanesh telah memesan kamar untuk merawat Setya dengan diagnosis penyakit hipertensi, jantung dan gastritis.

    Saksi lainnya, Kepala Instalasi Gawat Darurat RS Medika Michael Chia Cahaya mengatakan Fredrich telah menemuinya sekitar pukul 17.30. Fredrich, kata dia, memintanya membuat diagnosis medis Setya Novanto dengan alasan kecelakaan. Michael menolak karena Setya belum tiba di rumah sakit.

    Meski tidak merasa sakit sebelum kecelakaan, Setya mengatakan memang sempat menjalani operasi jantung di Rumah Sakit Premier Jatinegara. Dia mengaku juga memiliki penyakit hipertensi. Namun, dia mengatakan cukup menjalani rawat jalan karena penyakitnya itu.

    Baca: Cerita Setya Novanto Jalan ke Sentul Saat KPK Memburunya

    Setya mengatakan pada saat kecelakaan, dia hendak menuju kantor Metro TV di Kedoya, Jakarta Barat. Dia mengatakan mau melakukan wawancara untuk menyampaikan klarifikasi usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka korupsi e-KTP untuk kedua kalinya.

    Setya mengatakan tidak pernah ada niat untuk dirawat di rumah sakit. Dia juga mengaku tidak pernah menyuruh mantan pengacaranya Fredrich Yunadi untuk memesan kamar rawat VIP di RS Medika Permata Hijau. "Oh enggak tahu saya. Enggak pernah ada rencana dan enggak pernah memerintahkan dia juga. Enggak pernah nyuruh," kata dia.

    Setya mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, pada 16 November 2017 sekitar pukul 18.35. Mobil yang ia tumpangi bersama ajudannya, Reza Pahlevi dan mantan wartawan Metro TV Hilman Mattauch menabrak tiang lampu penerangan jalan. Usai kecelakaan, Setya dirawat di RS Medika.

    Belakangan Komisi Pemberantasan Korupsi mensinyalir ada rekayasa di balik perawatan itu. KPK mendakwa Bimanesh dan Fredrich telah merekayasa perawatan untuk menghalangi penyidikan terhadap Setya Novanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.