Minggu, 22 April 2018

Alasan Muhadjir Effendy Soal UNBK Tahun Ini Lebih Sulit

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, melihat daftar peserta ujian saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 29 Jakarta, 2 April 2018. TEMPO/TOpan Rengganis

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, melihat daftar peserta ujian saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 29 Jakarta, 2 April 2018. TEMPO/TOpan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membenarkan soal-soal dalam ujian nasional berbasis komputer atau UNBK tahun ini lebih sulit. Sebab, kata dia, pemerintah mulai menyelipkan 20 persen soal-soal standar internasional kategori high order thinking skill (Hots).

    Soal-soal kategori Hots itu, kata Muhadjir, mendorong siswa berpikir kritis. Harapannya para siswa memiliki lima kompetensi, yakni berpikir kritis, kreatif dan inovatif, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, serta percaya diri.

    Baca: UNBK Dianggap Sulit, Warganet Protes di Media Sosial

    "Jadi ada lima ini yang menjadi target pembentukan karakter siswa dan itu tentu saja melekat dalam sistem evaluasi kami di dalam UN (ujian nasional)," kata Muhadjir di Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

    Muhadjir berujar pihaknya sudah jauh-jauh hari memberikan kisi-kisi soal ujian nasional ke sekolah-sekolah untuk didiskusikan dan dimatangkan guru lewat musyawarah guru mata pelajaran (MGMP).

    "Jika masih ada ceruk-meruk tertentu atau wilayah tertentu yang merasa kesulitan, yang tidak bisa ditoleransi lagi, nanti kami evaluasi secara menyeluruh," ucapnya.

    Simak: Trik Hadapi UNBK : Jangan Lupa Konsumsi 4 Jenis Buah Ini

    Muhadjir meminta maaf jika banyak kalangan yang menilai soal-soal UNBK lebih sulit. Menurut dia, pemerintah melakukan itu untuk mengejar kualitas pendidikan Indonesia yang dianggapnya masih tertinggal.

    Muhadjir menjelaskan, capaian nilai programme for international student assessment (PISA) Indonesia sangat rendah. "Ketika PISA rendah, kami disalahkan, ketika kami menaikkan standar dan membikin siswa sulit, kami juga salah. Namun pilihannya saya rasa kami terus mendorong anak-anak kita semakin berkualitas dengan meningkatkan standar ujian nasional," ujarnya.

    Sebelumnya, akun-akun media sosial milik Muhadjir maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seperti Instagram serta Twitter, diserbu para pelajar yang baru saja menyelesaikan ujian nasional. Di dalam kolom komentar, mereka mengeluhkan soal-soal UNBK yang dianggap terlalu sulit.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Kartini, Shahnaz Haque Berpesan Wanita Harus Seperti Kucing

    Inilah petuah selebritas Shahnaz Haque, atlet bulu tangkis Greysia Polii, dan peneliti laser Maria Margaretha Suliyanti untuk Hari Kartini 2018.