Pidato Indonesia Bubar 2030 Bikin Milenial Tinggalkan Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangannya kepada kader Gerindra usai menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra  di Jakarta, 5 April 2018. Acara ini diselenggarakan secara tertutup. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangannya kepada kader Gerindra usai menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra di Jakarta, 5 April 2018. Acara ini diselenggarakan secara tertutup. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan pidato Prabowo Subianto soal Indonesia bubar pada 2030 pasti akan menggerus suara dari kaum milenial. Sebab, pernyataan Prabowo itu menunjukkan sikap pesimistis yang bertentangan dengan sikap kaum milenial.

    "Kaum milenial itu suka yang optimistis. Pernyataan soal Indonesia bubar 2030 pasti membuat suara dari anak muda tergerus," ucap Pangi saat menjadi pembicara dalam diskusi publik Anak Muda Berpartai di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat, 6 April 2018.

    Baca juga: Prabowo Pidato Indonesia akan Bubar, Ini Nasehat Pengamat

    Seperti diketahui sebelumnya, Prabowo mengatakan Indonesia mungkin bubar pada 2030 jika mengacu kepada buku fiksi ilmiah berjudul Ghost Fleet: A Novel of the Next World War karya P.W. Singer and August Cole. Pernyataan dia viral setelah diunggah di akun Twitter dan Facebook resmi Partai Gerakan Indonesia Raya.

    Prabowo menilai Indonesia mungkin bubar lantaran elite Indonesia saat ini tak peduli, meski 80 persen tanah di Indonesia dikuasai 1 persen rakyat. Mereka juga dinilai abai saat sebagian besar kekayaan Indonesia diambil pihak luar.

    Pangi menuturkan suara anak muda mengambil 40 persen dari total suara di Indonesia atau sekitar 80 juta suara. Jadi, tergerusnya suara anak muda untuk Prabowo mungkin akan berdampak besar pada elektabilitas Ketua Umum Gerindra itu.

    Baca juga: Soal Pidato Prabowo, Fahri Hamzah: Harus Dijawab dengan Mantap

    Padahal, ucap Pangi, Gerindra merupakan salah satu partai yang sudah memiliki tempat di kaum milenial selain Partai Persatuan Indonesia dan Partai Solidaritas Indonesia.

    Pangi berujar, jika ingin menarik suara kaum milenial, parpol harus membangun suasana partai yang tidak terlalu formal dan bersifat egaliter. "Kuncinya, anak muda tidak mau diatur ataupun terlalu formalitas," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.